Nusron Wahid Sebut Ada Luka Gigitan Anjing di Tangan TKI Adelina

publicanews - berita politik & hukumAdelina Lisao saat ditemukan meninggal di rumah majikannya di Malaysia. (Foto: Malay Mail Online)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengungkap penyebab meninggalnya TKI Adelina Lisao akibat ditelantarkan majikannya di Malaysia.

"Kematian disebabkan anemia, kekurangan hemoglobin, dan malnutrisi akibat pembiaran yang dilakukan majikan dalam jangka lama," kata Nusron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/2).

Menurutnya, dati hasil forensik tidak ditemukan bekas-bekas pukulan dan tidak ada luka dalam. Namun, Nusron mengatakan penyebab luka di kedua tangan wanita 26 tahun, semula diberitakan 21 tahun, karena gigitan binatang.

"Penyebab bekas luka di tangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat air keras," ujar politikus Partai Golkar itu.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron menambahkan, telah mengirim satgas untuk melihat kondisi jenazah wanita asal Desa Abi RT 08/RW 04, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang semula diberitakan berasal dari Medan itu.

Terlalu, Majikan Malaysia Kurung TKI di Kandang Anjing Hingga Tewas

Jenazah Adelina masih disemayamkan di RS Sebrang Jaya. Satgas BNP2TKI sudah menemui dokter Amir Saad dan Inspektur Zul, polisi Kantor Polisi Sebrang Prai Tengah.

Sementara staf Konsulat Jenderal RI (KJRI) Penang, Neni Kurniati, mengatakan masih berusaha mencari alamat keluarga korban.

Dikutip dari The Straits Times, Selasa (13/2), Neni mengatakan Adelina telah bekerja pada majikannya sejak Desember 2014.

Adelina dijemput LSM Tenaganita atas permintaan anggota parlemen Bukit Mertajam, Steven Sim, setelah mendengar kabar ada penelantaran TKI.

Adelina dijemput bersama polisi pada Sabtu (10/2), ia selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Namun keesokan harinya Adelina meninggal.

Berdasar kesaksian warga, Adelina pernah dipaksa tidur di teras rumah majikannya dengan anjing Rottwiler selama sebulan.

Dalam kasus ini polisi Malaysia menahan adik-kakak berusia 36 dan 39 tahun, polisi juga menangkap ibu mereka, berusia 60 tahun. Kasus ini menyita perhatian publik negeri jiran itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top