Jokowi Mencuit, Imbau Kerukunan Antarumat Beragama

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat menjaga kerukunan dan bersikap toleran terhadap antarumat beragama. Jokowi menyampaikan itu lewat akun Twitter miliknya @Jokowi.

"Kita harus jaga kerukunan antarumat beragama. Kita adalah saudara, satu bangsa, satu tanah air -Jkw," begitu tulis Jokowi Senin (12/2) pukul 20.36 WIB.

Cuitan yang diakhiri dengan inisial 'Jkw', artinya ditulis langsung oleh Jokowi, ini mendapat tanggapan dari ribuan warganet dan acungan jempol. Hingga Selasa (13/2) pagi, 12 jam setelah diunggah, setidaknya hampir 7 ribu orang memberi tanggapan dan 11 ribu likes

Misalnya, Diah Yuniastuti menulis, "Pakde, sy selalu percaya dan mendukung semua langkah kebijakan yg Pakde ambil tp please, sudi kiranya utk kasus2 kekerasan penagdu domba bisa cpt diatasi.. kdg 'gebuk' sangat dibutuhkan."

"Mohon jgn terlalu lembek terhadap mereka yg merusak kebersamaan pak. Tangan besi diperlukan utk menata kembali kerusakan yg telah terjadi,"
@PaijoAryanto menimpali.

Sementara Twitter atas nama Koalisi 212@SurYodipuro mencuit; "Betul pak kita bersaudara mau tanya dalang pembunuh dan penganiaya para kyai ini juga harus dituntaskan pak mereka pemuka agama yang harus dan wajib dilindungi oleh negara."

Kecaman terhadap aksi kekerasan terhadap pemuka agama disampaikan Jokowi, Senin kemarin. Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi pihak yang intoleran di Indonesia.

"Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita, Indonesia. Apalagi dengan cara-cara kekerasan. Berujar saja tidak, apalagi dengan cara-cara kekerasan," ujar Jokowi di Gedung Pancasila, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, kemarin.

Pernyataan Kepala Negara itu menyusul aksi serangan pedang di Gereja Lidwina di Bedog, Sleman, Minggu (11/2) pagi. Kekerasan juga terjadi terhadap Ustad Abdul Basit oleh sekelompok remaja di Palmerah, Jakarta Barat, sehari sebelumnya.

Di akhir Januari, pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong), menjadi korban penganiayaan usai shalat Subuh di masjid.

Sebelumnya lagi, terjadi pembunuhan terhadap pimpinan Komando Brigade PP Persis, Ustad Prawoto. Untuk kedua kasus terakhir ini polisi menyebut pelaku mengalami gangguan jiwa. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top