PDIP: Tak Ada Perintah Periksa Puan Maharani

publicanews - berita politik & hukumPuan Maharani. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat PDIP Junimart Girsang mengatakan, seseorang bisa menjadi saksi atas perintah majelis hakim.

"Sepanjang tak ada perintah majelis hakim maka tak akan pernah seseorang bisa diperiksa sebagai saksi," kata Junimart di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2) kemarin.

Pernyataan Junimart ini menyusul komentar pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, yang meminta Jaksa KPK memeriksa mantan Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani terkait proyek pengadaan e-KTP dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/2).

Ia menambahkan, tidak boleh beralasan semua Ketua Fraksi DPR sudah pernah dipanggil dalam sidang, maka Puan juga harus dipanggil. Menurutnya, saksi harus pernah diperiksa penyidik KPK dan dibuat berita acara pemeriksaan (BAP)-nya.

"Jadi bagaimana mungkin secara hukum acara dipanggil sebagai saksi dan dia tak tahu dalam rangka apa dia dipanggil," Junimart menjelaskan.

Sejauh ini KPK belum pernah memeriksa Puan, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sebagai saksi. "Enggak pernah diperiksa, enggak pernah dimintai keterangan. Kan tak boleh juga (jadi saksi di pengadilan)," katanya.

Permintaan memeriksa Puan juga disuarakan akademisi Hukum Pidana dari Unpad Romli Atmasasmita. “Mestinya, KPK memeriksa semua pihak yang diduga ikut terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam skandal korupsi megaproyek milik Kementerian Dalam Negeri tersebut.” ujarnya, kemarin.

Hingga saat ini, KPK telah memeriksa tiga mantan ketua fraksi periode 2009-2014. Ketiganya adalah Setya Novanto dari Partai Golkar, Anas Urbaningrum dan Jafar Hapsah (Demokrat). Kemudian seluruh pimpinan Komisi II juga sudah diperiksa, seperti Ketua Chairuman Harahap (Golkar) dan Wakil Ketua Ganjar Pranowo (PDIP), Teguh Juwarno (PAN), dan Djamal Aziz (Hanura). (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top