Tak Capai Target, Jokowi: Hati-hati Tidak Jadi Menteri Lagi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Menteri Agraria dan RUTR/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Palembang - Presiden Joko Widodo memberi pesan kepada para menteri untuk bekerja memenuhi target. Bila tidak tercapai, maka ia tak segan untuk mencopot sang menteri.

"Enggak bisa saya bekerja tanpa target. Kalau menteri diberi target, semuanya berkerja. Kalau tidak memenuhi target kita copot. Setuju tidak?" tanya Jokowi yang langsung disambut kata 'setuju' oleh warga dalam acara penyerahan sertifikat tanah di Sport Convention Center (PSCC) Palembang, Senin (22/1) siang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebelumnya menjabarkan target yang harus dicapai Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dalam menerbitkan sertifikat tanah untuk rakyat.

Jokowi menyebut hingga 2015 baru 46 juta sertifikat yang bisa diberikan kepada masyarakat. Pada 2025 ia menargetkan hingga 126 juta sertifikat harus rampung.

"Tahun 2018 ini ditargetkan 7 juta harus diberikan. Kerja keras tahun depan saya targetkan 9 juta sertifikat," kata Jokowi. "Janji saya dengan Pak Menteri (Sofyan Djalil) kalau target enggak ketemu, Pak hati-hati bisa tidak menjadi Menteri lagi," ia menambahkan.

Kepada masyarakat, Jokowi berpesan agar sertifikat yang diterima bisa dijaga dengan baik. "Yang sudah pegang serifikat tolong diberi plastik, jadi kalau genteng bocor kena air enggak rusak, sertifikatnya di fotokopi agar kalau hilang yang asli copy-nya masih ada. Kalau hilang mudah ngurusnya karena ada copy-annya," katanya.

Ancaman Jokowi terhadap Sofyan Djalil pernah ia sampaikan pada Rakernas Kementerian ATR 2018 di Jakarta, Rabu (10/1). Menurut Jokowi, target sertifikat sebanyak 5 juta pada 2017 berhasil tercapai. Alhasil, Jokowi pun tidak mencopot Sofyan Djalil dari kabinet. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top