Kejagung Bentuk Tim Intel untuk Awasi Jaksa Bandel

publicanews - berita politik & hukumJaksa Agung M Prasetyo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sepanjang 2017, Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima 1.294 laporan pelanggaran oleh jajaran Korps Adhyaksa. Dari jumlah tersebut, 791 kasus bisa diselesaikan.

"Rinciannya ada 195 kasus terbukti, dimana jaksa dan staf tata usaha (TU) yang telah dikenai sanksi ringan sampai berat," kata Jaksa Agung M Prasetyo di kantornya, Selasa (9/1).

Prasetyo menegaskan, ia akan menerapkan reward and punishment guna memotivasi jajarannya bekerja sprofesional sekaligus menghindari adanya jaksa-jaksa yang bandel. Ia akan mengawasi kinerja anggotanya.

"Di sini kami berusaha menegakan kredibilitas tinggi. Siapapun yang salah harus dikenai sanksi," ujarnya.

Sebanyak 61 jaksa dan 18 staf TU telah dikenai hukukman ringan. Selain itu ada 95 jaksa dan 29 TU yang dikenai hukuman sedang. "Ada juga jaksa yang diberikan sanksi berat, sebanyak 51 jaksa dan 55 TU," ia menambahkan.

Selain itu, ada 156 jaksa yang kasusnya dilimpahkan ke instansi lain lantaran pelanggarannya melibatkan instansi lain. Dalam hal ini Jaksa Agung Muda Pengawasan akan lebih banyak ambil peran penindakannya. "Jamwas adalah elemen yang sangat signifikan untuk perbaikan jaksa ke depan," katanya.

Untuk pengawasan, Kejagung menerjunkan tim intelijen. Tim berisi orang-orang yang dipilih langsung oleh Jaksa Agung. "Kami akan mengamati nantinya, jika ada yang ketahuan langsung ditindak," kata orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top