Marsekal Hadi: TNI Dukung Penuh Penuntasan Korupsi Helikopter AW-101

publicanews - berita politik & hukumPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Instagram/@puspentni)
PUBLICANEWS, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pemberantasan korupsi, termasuk penuntasan kasus korupsi helikopter Agusta Westland (AW)-101.

"TNI pada dasarnya mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberantasan korupsi," kata Hadi usai foto bersama acara penyematan brevet komando Kopassus di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (18/12).

Dalam kasus korupsi pengadaan pesawat angkut TNI-AU ini, KPK memperkirakan ada kerugian negara sebesar Rp 224 miliar.

Menurut Hadi, kasus tersebut sudah mencapai tingkat penyidikan. "Kita ikuti mekanisme itu sampai pada pengadilan militer nanti di Otmil (Oditur Militer). Kita serahkan Otmil. Dan itu juga semua akan kita kawal (untuk) bisa sampai ke keputusan di pengadilan militer," Hadi menjelaskan.

Mantan KSAU Tidak Datang, KPK Minta Bantuan Pom TNI

Jumat (15/12), mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna tidak memenuhi panggilan KPK. Pengacaranya mengatakan, Agus sedang di luar negeri.

Sedianya Agus bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh. Perusahaan tersebut yang mendatangkan helikopter buatan Inggris pada Februari 2017. Baik Panglima TNI (saat itu) Jenderal Gatot Nurmantyo maupun Presiden Jokowi tidak mengetahui pembelian helikopter yang dibeli menggunakan dana APBN 2016-2017 itu.

Sebelumnya, Jubir KPK Febri Diansyah optimistis Marsekal Hadi akan mendukung penanganan kasus korupsi pembelian helikopter AW 101 ini. "Kami percaya Panglima TNI yang baru dilantik Presiden Joko Widodo kemarin punya komitmen yang sama dalam menangani kasus korupsi," ujar Febri, Jumat (15/12) lalu. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top