Panglima: TNI Harus Tahu Politik, Tapi Jangan Terbawa Politik Praktis

publicanews - berita politik & hukumPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diarak seusai menerima maret merah dan brevet Kopassus, di Makopassus, Cinjantung, Jakarta Timur. (Foto: Instagram/@puspentni)
PUBLICANEWS, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendapatkan baret merah dan brevet Kopassus. Penyerahan simbol menjadi warga kehormatan pasukan elit TNI-AD itu diserahkan oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (18/12) pagi.

Hadi yang berasal dari TNI-AU itu bangga menjadi warga kehormatan pasukan baert merah TNI-AD itu.

"Pemberian baret merah dan brevet ini adalah satu pesan moral bahwa saya harus membawa TNI menjadi TNI yang profesional dan modern. Profesional dan modern bisa kita capai apabila didukung dengan kemampuan dan soliditas, solidaritas antarsatuan," kata Hadi.

Ia berharap seluruh praja Kopassus bisa memiliki kebanggaan yang utuh. Bukan hanya bangga menggunakan brevet, tetapi juga bangga dengan keringat dan titik darah dalam mengabdikan diri pada bangsa dan negara.

"Itu sejatinya kebanggaan yang utuh untuk memelihara kemampuan, militan, dan daya juang dalam rangka melaksanakan tugas negara," Hadi menambahkan.

Pada kesempatan ini, Marsekal Hadi kembali mengingatkan bahwa netralitas sangat diperlukan untuk menjaga profesionalisme TNI. "Jangan sampai kita terbawa ke arah politik praktis. Namun, kita juga harus tahu tentang politik," ujarnya.

Hadi mengajak seluruh komponen TNI untuk tetap menjaga netralitas dan meningkatkan soliditas, baik di internal TNI maupun antar TNI-Polri. "Semua itu bisa kita capai dengan kemauan dan tujuan yang sama," ia menegaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top