Dengan Nada Tinggi, Menteri Susi Pertanyakan Inefisiensi di KKP

publicanews - berita politik & hukum Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujdiastuti. (foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pujdiastuti menunjukkan sikap tegasnya pada para pejabat dan pegawai Kementerian KP. Dengan nada tinggi dan penuh tekanan ia mempertanyakan penggunaan anggaran yang sangat tidak efisien.

"Mau beli jaring, tiap tahun kita beli jaring. Mau bikin kapal, tiap tahun bikin kapal. Tapi selalu harus konsultasi dulu sama konsultan. Kenapa harus ada konsultan lagi? Bukankah itu hal yang sama kita lakukan setiap tahun. Betul enggak?" tanya Susi kepada para staf Kementerian KP di Ruangan GMB III KKP, Jakarta, Selasa (12/12).

Susi memberi contoh penggunaan anggaran yang tidak efisien tersebut, yakni untuk kegiatan inti justru lebih kecil dibanding kegiatan pendukungnya.

"Ada misalnya satu kegiatan intinya cuma Rp 500 juta, tapi rapat buat melaksanakan kegiatan inti sampai Rp 2 miliar dan itu hal yang biasa. Saya lihat di KKP pun seperti itu," kata Susi dengan nada tinggi.

Ia mempertanyakan adanya biaya konsultasi dan konsultan yang berulang-ulang pada pengadaan satu proyek yang sama, namun berbeda lokasi.

"Semestinya kita buat kontrak multiple years sama konsultan itu ya sudah, satu cost. Mau bangun barang yang sama di sepuluh tempat, setiap tempatnya harus ada biaya konsultannya lagi. Ini tidak bisa diteruskan seperti ini. Eselon I harus mengubah pola belanja itu," Susi menegaskan.


Misalnya membangun cold storage di 10 tempat, konsultannya cukup satu. Toh barangnya sama. Inefisiensi seperti ini harus ditinggalkan. Yang terjadi adalah copy paste, konsultan 1 dibayar 10 kali untuk 10 proyek.

"Hal-hal seperti ini tidak bisa kita teruskan kembali," Susi menandaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top