Jaksa Agung Sebut KPK Tak Patuhi MoU, Ini Jawabannya

publicanews - berita politik & hukumPenangkapan Kepala Kejaksaan Pamekasan Rudi Indra Prasetya inilah salah satu yang dipersoalkan oleh Jaksa Agung. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kerja sama tiga institusi penegak hukum, yakni KPK-Kejaksaan-Polri, semakin baik.

Hal itu ia sampaikan menanggapi pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo yang mengaku tidak diberitahu soal OTT terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

"Saya rasa koordinasi KPK dengan Kejaksaan dan Polri semakin membaik akhir-akhir ini," ujar Febri saat dihubungi, Kamis (12/10).

Febri mencontohkan, saat ini ada 85 Jaksa yang ditugaskan di KPK. "Ini dukungan dan kontribusi yang tentu kami hargai," ia menambahkan.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Prasetyo menceritakan tentang operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kajari Pamekasan Rudi.

Jaksa Agung Nilai KPK Tak Patuhi MoU

Prasetyo menyayangkan KPK tidak mematuhi nota kesepahaman (MoU) dengan Polri dan Kejaksaan, yang menyebut jika ada penangkapan terhadap personel lembaga penegak hukum harus memberitahu terlebih dahulu.

"MoU dengan KPK, kami sudah imbau kepada mereka, dipatuhi pihak yang membuat kesepakatan itu. Tapi kalau masih ada yang menyimpang, kita ingatkan," kata Praseto, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/10) kemarin.

Menurutnya, KPK bisa mengingatkan Jaksa Rudi terlebih dahulu untuk pencegahan. "Saya ingatkan ke mereka (KPK), apa harus seperti itu, apa tidak bisa dicegah sebelumnya," ujar Prasetyo. (m-01)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Supir Pantura @sukaMampir12 Oktober 2017 | 23:54:03

    Pak....ELING

  2. Anak Gaul @gakasikah12 Oktober 2017 | 21:39:24

    Nih pak Jagung bener gak ngomongnya? Masak mau nangkap maling harus ngomong dulu? Yang bener aje...

Back to Top