Survey Kepuasan Kinerja Jokowi 60,39 Persen

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo (Foto: Bloomberg)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait evaluasi tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Mayoritas publik puas terhadap kinerja Jokowi-JK.

"Dari sisi kinerja sebanyak 60,39 persen menyatakan puas," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei di kantornya, di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Sementara responden yang menyatakan sangat puas 7,95 persen. Sebaliknya yang kurang puas 27,23 persen, dan tidak puas sama sekali 2,26 persen.

Kepuasan atas kinerja Presiden tersebut sejalan dengan kepercayaan masyarakat. Presiden Jokowi dinilai bisa memimpin Indonesia menjadi lebih baik. "Sebanyak 72,6 persen responden merasa yakin," kata Burhanuddin. Sementara 22,6 persen merasa tidak yakin.

Berdasarkan survei mayoritas publik yang puas atas kinerja Jokowi salah satunya karena pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan pemerintah. Tren tingkat kepuasan publik atas kinerja Jokowi naik pada Januari 2016, dan stabil pada Maret 2016 hingga sekarang.

Survei ini dilakukan terhadap 1.220 melalui metode wawancara Indikator terhadap 1.220 responden. Responden berusia 17 tahun atau sudah menikah di 34 provinsi. Survei dilakukan pada 17 hingga 24 September 2017. Margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Achmad Sidiq @ACHMADSIDIQASAD20 Oktober 2017 | 11:34:01

    Nampaknya sedikit berhasil rezim Jokowi mengubah Paradigma jawa sentris menjadi Indonesia sentris dalam hal pembangunan... harus kira kawal agar berjalan baik dan menjadi batu loncatan indonesia sejahtera..

  2. Muhardi Karijanto @hardidja11 Oktober 2017 | 23:24:30

    Mengapa ada gap yg sangat lebar antara tingkat Kepuasan (68,9) dengan tingkat Elektabilitas (38,9) Jokowi ya?
    Secara teori ada masalah dlm personality branding Jokowi

    Kelaziman, apabila tingkat Kepuasan pada incumbent mendekati angka 70% maka tingkat Elektabilitas nya mendekati 60%.

    Mungkinkah ini pengaruh dari berita2 bohong di medsos yg mempersepsikan Jokowi sbg diktator, tidak sungguh2 memperkuat KPK, banyak hutang, melindungi PKI dan membela Aseng?

Back to Top