Mabes TNI Simpan 5.932 Amunisi SAGL Milik Brimob

publicanews - berita politik & hukumKapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto. (Foto:Maraj)
PUBLICANEWS, Jakarta – Mabes TNI menyimpan 5.932 butir amunisi senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) milik Korps Brimob Mabes Polri di gudang senjata milik TNI, Senin (9/10) malam.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto mengatakan, pemindahan 5.932 butir amunisi kaliber 40 milimeter tersebut karena Polri belum mempunyai payung hukum.

“Standar kaliber untuk non-militer sudah sangat jelas. Dalam Inpres Nomor 9, untuk militer itu di atas 5,56 milimeter, kemudian standar non-militer di bawah kaliber itu. Kita hanya menerapkan aturan saja,” kata Wuryanto di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (10/10).

Menurutnya, kaliber amunisi Brimob ini sudah masuk standar militer, 5,56 mm. "Keistimewaan amunisi ini adalah yang pertama setelah meledak pertama kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai maupun mematikan," ujar Wuryanto.

Wiranto: TNI Serahkan Senjata Polri, Amunisi Tajam Harus Dititip

Selain itu, jenis granat yang dibeli Polri juga bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. “Ini luar biasa. TNI tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu,” ujar Wuryanto.

TNI, katanya, hanya menegakan aturan yang berlaku. Penyimpanan amunisi oleh TNI hanya untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan.

"Amunisi seperti ini ditujukan untuk menghancurkan perkubuan. TNI bertanggung jawab selama penyimpinan. Pasti aman, karena kami punya standar keamanan,” kata Wuryanto.

Wuryanto menambahkan, penyimpanan amunisi tersebut telah disepakati dalam pertemuan dengan Menko Polhukam Wiranto. Pertemuan itu dihadiri Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, serta Dirjen Beacukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi. (m-02)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top