Staf Presiden: Tembak Mati di Tempat Langgar Pancasila

publicanews - berita politik & hukumStaf Ahli Deputi V Bidang Politik, Hukum, dan HAM Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) mengatakan pelaku penyebaran narkotika sudah sepatutnya ditembak mati di tempat bila melawan atau melarikan diri. Bahkan tanpa perlu tembakan peringatan.

Menanggapi hal tersebut Staf Ahli Deputi V Bidang Politik, Hukum, dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP) Ifdhal Kasim mengatakan, kebijakan tersebut melawan HAM.

"Dan melanggar dasar filosofi negara, yakni Pancasila, sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab," kata Ifdhal dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/10).

Menurutnya, para pelaku narkoba masih memiliki hak untuk maju ke persidangan. Tersangka tetap harus dihargai haknya untuk melakukan pembelaan.

Ifdhal menambahkan, BNN tidak bisa melakukan eksekusi secara langsung karena itu melanggar hukum dan Pancasila.

"Walaupun narkoba itu menimbulkan banyak korban, tapi para pelakunya tidak harus dilakukan seperti itu. Masih banyak cara yang tepat untuk melakukan penindakan," mantan Ketua Komnas HAM itu menegaskan.

Instruksi tembak di tempat kepada bandar narkoba itu beberapa kali disampaikan oleh Buwas. Terakhir, pada 12 September lalu, Buwas mengatakan, "Kita perlu membela bangsa kita, membela manusia kita. Justru kalau ada orang yang menyuarakan itu (kecaman tembak mati pelaku narkoba), dia pengkhianat bangsa," ujarnya di Gedung BNN.

Dalam sejumlah kesempatan, Kapolri juga menyampaikan hal senada. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Achmad Sidiq @ACHMADSIDIQASAD08 Oktober 2017 | 20:00:04

    Prinsip negara hukum harus tetap di junjung sebagai prinsip kehidupan bernegara dalam hal ini. Saya juga setuju ketika penjahat narkoba dihukum berat dengan di tembak mati tapi tentu dengan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

  2. WE_A @WandiAli08 Oktober 2017 | 18:48:34

    Sebagai negara hukum, kita hrs menujungjung tinggi hukum yg berlaku.

    Kl hanya sekedar mengancam unt menakut-nakuti agar para pelaku takut ... setuju dg pernyataan bp. BUWAS ...

  3. Arif K Wibisono @arifkwibisono08 Oktober 2017 | 18:26:56

    Biarlah wewenang menentukan pencabutan nyawa seseorang itu tetap dipegaang oleh Tuhan. Tugas aparat, manusia, berusaha mencegah manusia lain berbuat jahat. Apa lagi tembak di tempat, sebelum pebngadilan.

Back to Top