Sudah Dicek, Tidak Ada Masalah dalam Impor Senjata Polri

publicanews - berita politik & hukumPaket kargo berisi senjata arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) saat tiba di Bandara Soetta, Cengkareng, Jumat (29/9) lalu. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim gabungan TNI, Polri, dan Bea Cukai telah memeriksa paket senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang dipesan Korps Brimob. Pemeriksaan dilakukan di area Cargo Unex Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (3/10).

Melalui akun Instagram resmi Divisi Humas Polri, @divisihumaspolri, dalam pengecekan yang dipimpin Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Hengki Aritonang, itu tidak ditemukan masalah.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan kabar yang dilansir akun @divisihumaspolri tersebut. "Iya benar laporan di instagram itu," ujar Setyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/10).

Tujuan pengecekan gabungan, menurut akun tersebut, adalah untuk menuntaskan dan menyelesaikan berita yang selama ini menjadi simpang siur terkait kedatangan senjata pengadaan Polri di Bandara Soetta.

Mabes Polri Bantah Impor Senjata Diganjal TNI

Pemeriksaan senjata pelontar granat yang diimpor pihak swasta untuk Brimob ini disaksikan oleh sekitar 20 orang. Mereka berasal dari unsur Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Puspom TNI, Korps Brimob, dan Bea Cukai.

"Dilakukan pemeriksaan secara fisik yang melibatkan 20 orang personel dari unsur Bais, BIK, Korps Brimob, dan unsur Bea dan Cukai untuk memastikan kebenaran antara dokumen dan kondisi fisik barang," begitu tulis akun @divisihumaspolri.

Ada 10 pucuk senjata SAGL beserta amunisinya yang dikemas dalam 28 kotak kayu. "Dan semuanya telah sesuai dengan dokumen importasi barang," ujar @divisihumaspolri.

Senjata impor yang sempat jadi polemik itu tiba di Bandara Soetta pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB menggunakan pesawat sewaan jenis Antonov An-12 TB milik Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL4042. Karena membutuhkan rekomendasi dari Bais, paket kargo itu disimpan di Cargo Unex.

Saat itu dikabarkan paket senjata bersisi 280 pucuk SAGL kaliber 40x46 milimeter beserta 5.932 butir amunisinya. Paket senjata diimpor dari Bulgaria. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top