YLBHI Sebut Jenderal Kivlan Zen Dibalik Penyerangan

publicanews - berita politik & hukumMajen Purn Kivlan Zen. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengalami kerusakan akibat diserang massa pada Senin (18/9) dini hari. Saat itu sekitar 1000 orang mengepung kantor yang beralamat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, itu.

Menurut keterangan pers yang dilakukan LBH Jakarta dan YLBHI, ada pihak yang berada di balik mobilisasi massa dan penyerangan kantor mereka.

Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengaku membaca berita di sebuah media online bahwa Kivlan Zen memimpin rapat di kawasan Menteng untuk membubarkan diskusi mereka.

Polisi Belum Temukan Massa Bayaran dalam Rusuh di YLBHI

Hal senada disampaikan Koordinator Bantuan Hukum YLBHI Julius Ibrani yang juga menyebutkan mantan Kepala Staf Kostrad ABRI Majen Purnawiran Kivlan Zen.

"Berdasarkan jejak akun sosmednya jauh sebelum penyerangan," kata Julius saat dihubungi Publicanews, Selasa (19/9) pagi.

YLBHI merujuk dua nama yang menjadi aktor dalam pengerahan masaa itu. Selain Kivlan, ada pula Rahmat Himran yang merupakan anggota Presidium 313.

Rapat koordinasi mereka lakukan di Jalan Menteng 58, Jakarta. Pertemuan diadakan antara Kamis dan Jumat, dan hasil rapat diunggah pada Jumat pekan lalu. Mereka menyebut sebagai rapat persiapan pembubaran seminar komunis di YLBHI.

Polisi Larang 'Seminar 65' di LBH Jakarta

Dalam aksi itu Rahmat lebih berperan sebagai penyebar berita hoax melalui media sosial. Ia menulis bahwa LBH dan YLBHI menggelar acara berkaitan dengan PKI. Salah satunya menampilkan lagu Genjer-Genjer yang identik dengan PKI.

"Itu disebarkan juga. Kami dapat forward-forward dari Facebook, dari Twitter, instruksi itu dilakukan," ujar Julius.

Kivlan telah membantah tudingan tersebut. Ia membenarkan diundang koordinator aksi di depan kantor YLBHI. "(Namun) Saya tidak merencanakan penyerangan (ke YLBHI)," ia menegaskan.

Dalam kasus ini polisi telah menahan 22 orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak anarkis. Saat itu massa melempari kantor YLBHI dan merusak mobil polisi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan akan mengusut kasus itu, termasuk mendalami latar belakang dari orang-orang tersebut. Polisi juga akan mencari penggerak utama massa. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top