GMPG: Pak Habibie Sudah Minta Novanto Lakukan Konsolidasi Golkar

publicanews - berita politik & hukumKetua GMPG Ahmad Doli Kurnia memberikan buku kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar BJ Habibie di rumahnya, Jalan Patra Kuningan XII, Jakarta Selatan, Senin (28/8) sore. (Foto: GMPG)
PUBLICANEWS, Jakarta - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) berkunjung ke rumah Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar BJ Habibie. Kunjungan Ahmad Doli Kurnia dan kawan-kawan ini untuk meminta dukungan dan pertimbangan terhadap 'Gerakan Golkar Bersih'.

Salah satu pengurus GMPG Mirwan Bz Vauly mengatakan, Habibie sudah memberikan ultimatum kepada Ketua Umum Setya Novanto.

"Tadi Pak Habibie menyampaikan bahwa ternyata beliau sudah mengultimatum Pak Setya Novanto agar segera melakukan konsolidasi perbaikan buat partai. Itu yang kami catat," ujar Mirwan, seusai bertemu Habibie di Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Senin (28/8) sore.

Mirwan tak bisa mengatakan ultimatum itu adalah cara halus Habibie untuk meminta Novanto mundur. Tapi intinya adalah Habibie ingin Golkar tidak jelek di mata masyarakat. "Pak Habibie bilang situasinya masyarakat sudah tidak ada untuk Setnov," ujarnya.

Menurut Mirwan, Habibie juga memberikan tenggat waktu bagi Setya Novanto untuk melakukan konsolidasi.

Baca juga: Usai Bertemu Habibie, Mata Novanto Berkaca-kaca

Sementara itu, Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia mengatakan, Habibie selalu mencermati pandangan publik terhadap Golkar. Presiden ke-3 RI itu meminta generasi muda Golkar belajar dari kesalahan seniornya.

Habibie, ujar Doli, mendukung sepenuhnya gerakan 'Golkar Bersih'. GMPG sendiri sudah mengunjungi tiga tokoh Golkar untuk menyosialisasikan gerekan tersebut.

"Kami sudah datangi Akbar Tanjung, kemudian kemarin Titiek Soeharto, dan hari ini diterima Pak Habibie," Doli menjelaskan.

Pada 24 Juli lalu, Novanto dan pengurus DPP Golkar juga menemui Habibie. Menurut Ketua Harian Nurdin Halid, Habibie meminta Golkar untuk terus bahu-membahu. "Beliau sampaikan sesuatu yang sangat filosofis, yaitu jangan 'habis manis, sepah dibuang'. Itu yang beliau sampaikan," ujar Nurdin saat itu.

Gerakan 'Golkar Bersih' didasari atas keprihatinan terhadap citra Golkar yang mereka nilai menurun akibat kasus yang menjerat Ketua Umum Setya Novanto. KPK telah menetapkan Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. sutrisno syahputra @sutrisno29 Agustus 2017 | 11:09:28

    wah wah kelihatannya akan ada perpecahan ney dalam internal partai kuning beringin......hehehe

Back to Top