Warga Inggris Kecam Kaus Seksis Piala Eropa 2020

publicanews - berita politik & hukumRuby Mae, pacar pemain tim nasional sepakbola Inggris Dele Alli, salah satu anggota WAG generasi baru. (Foto: Xposure)
PUBLICANEWS, London - Di balik demam Piala Eropa 2020, masyarakat Inggris juga geger soal merchandising atau pernak-pernik yang berbau seksis. Gara-garanya soal kaus yang dijual oleh jaringan toko murah Poundland.

Warga dan terutama aktivis perempuan mengecam t-shirt bertuliskan 'Future WAG' atau 'WAG masa depan' yang dijual Poundland. Mereka menilai tulisan tersebut sebagai 'pesan menyesatkan' dan 'omong kosong untuk para gadis'.

Kaus dijual menjelang pertandingan Inggris-Skotlandia pada Jumat (18/6) --yang berakhir seri 1-1. Alih-alih membuat orang bersemangat menonton laga yang ditunggu-tunggu, media sosial Inggris dibanjiri kemarahan kepada Poundland.

Seorang wanita berbagi amarah atas promosi kaus tersebut di Facebook Poundland. "Sungguh pesan mengerikan untuk kaum perempuan dan para gadis," kata seorang warganet, seperti ditulis The Sun, Minggu (20/6) malam "Haloo, ini tahun 2021, Anda tahu!"

WAG adalah singkatan 'wives and girlfriends'. Istilah ini digunakan untuk para istri dan kekasih pemain sepakbola. Mereka kemudian menjadi pesohor yang penuh gaya karena uang dari suami atau sang pacar. WAG kerap dikritik sebagai sekadar 'aksesori' pesepakbola.

"Poundland, apakah Anda memiliki pegawai perempuan, atau pria dengan anak perempuan? Harusnya Anda malu pada diri sendiri," kata warganet lainnya.

Legenda MU Ryan Giggs Didakwa Menyerang Pacarnya

Yang lainnya berkomentar: "Para gadis harus punya cita-cita tinggi dari sekadar menjadi aksesori pesepakbola dan kemudian dicampakkan."

Let Clothes Be Clothes, sebuah kelompok untuk menentang stereotip gender yang berbahaya dalam pakaian anak-anak, meminta pemerintah menutup promosi kaus Poundland tersebut.

"Mengapa seksisme yang terang-terangan, berbahaya, dan stereotip gender ini dibiarkan? Sungguh tidak lucu. Poundland menyesatkan," katanya.

LSM ini menggalang petisi agar kaus tersebut diturunkan dari toko. Seorang perempuan yang turut meneken petisi mengatakan ia membenci misogini. Misogini merupakan istilah untuk orang yang memandang rendah terhadap wanita secara ekstrem.

"Anak perempuan kami tidak dilahirkan untuk menjadi aksesoris kaum pria," mereka menandaskan. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top