Afrika Tengah

Tentara Bayaran Vladimir Putin Membunuh Anak-anak, Memperkosa, Menembaki Masjid

publicanews - berita politik & hukumTentara bayaran Vladimir Putin yang beroperasi di Republik Afrika Tengah. (Foto: East2West News)
PUBLICANEWS, Bangui - Tentara bayaran Vladimir Putin diduga membunuh anak-anak dan memperkosa wanita di Republik Afrika Tengah yang dilanda konflik bersenjata. Organisasi paramiliter di bawah Grup Wagner itu didanai pengusaha teman dekat Presiden Rusia.

Moskow mengirim ratusan tentara bayaran ini ke negara yang berbatasan dengan Sudan, Kamerun, dan Kongo tersebut untuk membantu memerangi pemberontak bersenjata. Dalam aksinya, Grup Wagner juga mengeksekusi orang-orang di Masjid Al-Taqwa, Bambari.

Rusia membantah mengerahkan prajurit reguler, tetapi mengakui mengirim lebih dari 500 'instruktur militer' ke bekas koloni Prancis tersebut.

PBB pada Maret lalu menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya 'pelanggaran berat hak asasi manusia' yang dilakukan para 'instruktur militer' Rusia --yang sesungguhnya tentara bayaran Grup Wagner tersebut.

The Sun melaporkan, tentara bayaran Putin setidaknya mengeksekusi tiga pemuda di dalam masjid dan 15 orang lainnya, termasuk anak-anak, dalam sebuah serangan.

Seorang wanita 20 tahun bersaksi bahwa beberapa dari mereka menculik dan memperkosanya pada Februari lalu. "Mereka menyiksaku seperti binatang," katanya, seperti ditulis The Sun, Jumat (7/5).

Radio Prancis menyelidiki serangkaian kejahatan 'Tentara Putin' dan berbicara dengan saksi mata. “Mereka tidak mencoba mencari tahu siapa pemberontak dan siapa warga sipil. Mereka membunuh semua orang," ujar saksi korban.

Kelompok terlatih ini beranggotakan para mantan anggota pasukan elit Rusia yang dijuluki 'manusia super'. Menurut dokumen PBB yang dilansir Radio Prancis, kelompok tersebut diyakini dikendalikan oleh Yevgeny Prigozhin, miliarder tambang Rusia yang dikenal sebagai 'koki Putin'.

Didesak Mundur, Vladimir Putin Belajar dari Khadafy

Dalam dokumen PBB disebutkan mereka setidaknya melakukan 26 pembunuhan di luar hukum. Pasukan Republik Afrika Tengah (Central African Republic - CAR) serta pasukan penjaga perdamaian PBB juga terseret dalam aksi brutal tersebut.

"Banyak warga sipil terbunuh atau terluka meskipun mereka sangat jauh dari sasaran militer yang sah," kata PBB.

Rusia memiliki kesepakatan dengan CAR untuk eksplorasi tambang emas, berlian, dan uranium. CAR adalah salah satu negara termiskin di dunia, dengan pendapatan bulanan rata-rata di bawah 50 Poundsterling, sekitar Rp 988 ribu. CAR memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1960.

The Telegraph mendapatkan foto-foto intelijen yang menunjukkan 'tentara pribadi' Putin ini menggunakan peralatan militer Rusia di Libya.

Grup Wagner yang didanai swasta disebut-sebut memiliki 5 ribu sampai 10 ribu tentara yang menyebarkan kekacauan di seluruh dunia, lengkap dengan tank dan persenjataan artileri.

Sebuah laporan oleh Carnegie Endowment for International Peace menggambarkan Grup Wagner sebagai 'pengganda kekuatan, pedagang senjata, pelatih personel militer dan keamanan lokal, dan konsultan politik'.

Dokumen rahasia itu mengatakan Putin berencana membangun pangkalan militer di enam negara Afrika, meliputi CAR, Mesir, Eritrea, Madagaskar, Mozambik, dan Sudan. Rusia adalah pemasok utama senjata ke Afrika dengan pangsa pasar sekitar 38 persen. (ian)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi08 Mei 2021 | 00:12:35

    Mudah2an segera diatasi atas kebengisan tentara bayaran ini oleh pasukan PBB.

    Sebelum merajalela dan banyak korbannya.

Back to Top