Puasa Dikira Mogok Makan, Wartawati Muslim Myanmar Dijebloskan Sel Isolasi

publicanews - berita politik & hukumJurnalis Myanmar Now, Kay Zon Nway (kiri), ditangkap polisi saat meliput aksi menolak kudeta militer pada 27 Februari di Sanchaung, Yangon. (Foto: EPA)
PUBLICANEWS, Yangon - Wartawati Myanmar Now, Kay Zon Nway, dimasukkan ke sel isolasi karena dikira mogok makan. Padahal Kay, seorang muslimah, tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Pengacaranya, Nilar Khine, baru mengetahui kesalahpahaman tersebut dalam sidang pada Kamis (6/5) siang.

"Dia tidak melakukan apapun. Tahanan lainnya melakukan protes dengan duduk-duduk (mogok makan), tapi dia berpuasa karena ini Ramadan," kata Khine, seperti ditulis Myanmar Now Kamis (6/5) malam.

Seorang perempuan aktivis yang telah dibebaskan dari Penjara Insein, Yangon, mengatakan petugas sangat keras terhadap tahanan yang mogok makan.

"Kay Zon Nway berpuasa karena menjalankan agamanya, tetapi beberapa petugas mengatakan dia melakukan protes," ujar wanita tersebut. "Itulah mengapa petugas menjebloskannya ke sel isolasi," ia menambahkan.

Kay Zon Nway ditangkap saat meliput demonstrasi anti-kudeta di Yangon pada akhir Februari. Ia didakwa melanggar Pasal 505a KUHP Myanmar tentang menghasut, ancaman hukumannya tiga tahun penjara

Sidang digelar bukan di pengadilan melainkan di dalam penjara. Penggugatnya, wakil mayor polisi dari Kantor Polisi Sanchaung, bersaksi pada sidang bahwa Kay Zon ditangkap karena menghasut massa di bawah jembatan Myaynigone di Sanchaung.

Nilar Khine dalam pembelaannya menegaskan bahwa kliennya berhak melaporkan jalannya aksi massa anti-kudeta berdasarkan UU Pers Myanmar.

"Polisi menuduhnya menghasut, padahal dia hanya membawa telepon, kamera, dan tripod ketika ditangkap. Itu adalah barang-barang yang digunakan untuk meliput, bukan untuk memprotes," Khine menegaskan.

Selain Kay Zon, reporter lepas Soe Yarzar Tun yang didakwa atas tuduhan yang sama, juga menjalani sidang kemarin. Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebanyak 48 jurnalis --termasuk wartawan Jepang Yuki Kitazumi-- ditahan junta sejak kudeta militer. (oca)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah08 Mei 2021 | 18:59:23

    Waduhhh... masih aja ngawur...ancur.

  2. sidhawati @SIDHAWATI08 Mei 2021 | 00:07:32

    Blm tahu ajaran islam. Ini kan bulan romadhon.

    Lucu jg.

Back to Top