Pembelot Cantik Korut Ini Jadi Target Dibunuh Kim Jong-un

publicanews - berita politik & hukumYeonmi Park (27), pembelot cantik Korea Utara yang kini tinggal di Chicago, Amerika Serikat. (Foto: Instagram/@yeonmi_park)
PUBLICANEWS, Chicago - Jangan hanya melihat foto-fotonya nan seksi --banyak lagi yang seronok-- di Instagramnya, tapi simaklah apa yang dikatakan Yeonmi Park (27). Perempuan cantik ini adalah pembelot Korea Utara yang kini menjadi aktivis hak asasi manusia dan bersuara keras terhadap pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dalam wawancara dengan laman media Inggris The Sun lewat telepon, Yeonmi menyampaikan kekhawatirannya kini masuk 'daftar target' spionase Korut.

"Kim (Jong-un) yang kejam mungkin masih mencari cara untuk membunuh saya setelah rezim mencap saya sebagai 'musuh rakyat' --seperti Khashoggi yang dicincang di Istanbul," katanya, seperti ditulis The Sun, Rabu (21/4) sore waktu setempat.

Ia mengingatkan nasib jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dihabisi saat berada di Konsulat Saudi di Turki. Kritikus utama Putra Mahkota Mohammad bin Salman itu dimutilasi oleh intelijen yang dikirim negaranya.

Yeonmi lari dari Korut pada 2007 dengan membayar para penyelundup manusia setelah ayahnya, pejabat lokal, yang terkena kanker dilempar ke salah satu kamp konsentrasi. Yeonmi kini mukim di Chicago, Amerika Serikat.

Lewat media sosial dan forum internasional, ia dengan lantang menentang dinasti penguasa Korut yang lalim dan menyamakannya seperti Adolf Hitler atau Joseph Stalin.

Sia-sia Melunakkan Kim Jong-un, Dia Itu Hitler Modern

Yeonmi mengatakan beberapa generasi keluarganya dihukum oleh rezim, oleh karena itulah dia dan ibunya melarikan diri 15 tahun silam. Ia tidak yakin apakah kerabatnya yang masih di Korut sekadar dipenjara, atau bahkan sudah dibunuh oleh rezim.

Youtuber cantik ini lahir pada akhir 1993 di Ryanggang, saat rezim berhenti memberi makan kepada rakyat. Pada kurun 1995-1998, sebanyak 3 juta orang meninggal karena kelaparan. Ketika itu pemimpin Korut adalah Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un.

Saat berusia 12 tahun, Yeonmi menyaksikan rezim mengeksekusi pembangkang di depan umum sebagai cara untuk menimbulkan rasa takut rakyat terhadap penguasa.

"Mereka meminta anak-anak duduk di deretan depan untuk menyaksikan eksekusi. 'Pendidikan yang sangat baik bagi anak-anak' untuk menjadi takut dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh rezim," Yeonmi bercerita

Warga dilarang bepergian ke kota lain, bahkan mereka tidak tahu bahwa internet itu ada. Saat masih bocah, Yeonmi diajari untuk percaya bahwa Kim Jong-il dapat membaca pikiran orang.

“Korea Utara adalah sebuah agama. Kami diberitahu bahwa Kim adalah dewa dan dia tahu apa yang Anda pikirkan dan berapa banyak rambut di kepala Anda," ujarnya.

Putra Mahkota Arab Saudi Diduga Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Setelah menetap di AS, kini ia menjadi aktivis hak asasi manusia yang dihormati. Pandangannya yang blakblakan tentang pemimpin Korut membuatnya menjadi target rezim. Yeonmi mengaku hidup dalam ketakutan bahwa sang diktator akan menghabisinya.

Rezim Korut telah membunuh pembelot dalam pelariannya. Pada 2017, saudara tiri Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, dibunuh di bandara Malaysia menggunakan racun saraf VX yang mematikan.

Namun terlepas dari ancaman tersebut, Yeonmi tetap akan lantang menyuarakan kekejaman rezim Korut. Ia menegaskan betapa sedikit orang di negaranya yang tahu dunia luar.

"Kebanyakan orang Korea Utara belum pernah melihat peta dunia. Dulu saya tidak tahu apa itu Afrika dan Eropa. Saya tidak tahu ada ras lain. Saya bahkan tidak tahu bahwa saya orang Asia," katanya.

Di Chicago, Yeonmi menikmati kebebasan sebagai manusia, termasuk bisa tampil seksi --bahkan saat menyuarakan kekejaman sang tiran Kim Jong-un, di media sosial. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Mang Oded @supirpantura22 April 2021 | 08:49:57

    Yang begini mah sayang atuh dibunuh...
    Mending teh dikawinin...

Back to Top