#Myanmar

Militer Tembaki Warga Muslim, Kemarin Mereka Curi Kotak Amal

publicanews - berita politik & hukumKo Ko Htet (28) ditembak mati saat tidur di Masjid Sule, Kotapraja Maha Aung Myay, Mandalay, Myanmar, Kamis (15/4) pagi. (Foto: The Irrawaddy)
PUBLICANEWS, Mandalay - Ko Ko Htet (28) sedang tidur di dalam Masjid Sule, Kotapraja Maha Aungmyay, Mandalay, ketika lima tentara Myanmar menyerbu, Kamis (15/4) pagi. Seketika tentara melepaskan tembakan secara acak.

Pekerja bengkel mobil itu tewas di tempat. Saksi mata mengatakan Ko Htet tertembak di dadanya.

"Dia menghabiskan malam di masjid setelah berpuasa, karena muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah Ramadan," kata penduduk setempat kepada Myanmar Now, Kamis (15/4) petang.

Ko Htet, ayah seorang anak berusia lima tahun, dimakamkan secara Islam sore tadi. Kakak iparnya yang cacat, Ko Min Latt, ditembak di tangan.

Lalu dua orang lainnya yang juga tidur di masjid sejak Subuh, tertembak di punggung dan pinggang. Mereka adalah Ko Aung (35) dan Min Min Latt (42), keduanya mengalami luka parah.

Setidaknya lima orang lainnya ditahan, termasuk tiga anak berusia 10, 11, dan 16 tahun. Mereka semua tengah tidur ketika tentara menyerbu masjid pada pukul 10.00 waktu setempat.

Sadis, Militer Myanmar Membakar Demonstran Hidup-hidup

Warga Kotapraja Maha Aungmyaya gencar menentang kudeta militer setelah Wai Moe Naing (26), aktivis muslim setempat, diculik. Tentara menabrak motornya di jalan Myoma Shwebo Kyaung, Monywa, lalu menaikkannya ke atas truk. Saat itu Wai Moe Naing berboncengan dengan pacarnya.

"Pasangan itu dibawa ke balai kota setempat," ujar seorang saksi.

Rabu, tentara juga menembaki rumah-rumah warga muslim lainnya di Thazin, masih di Mandalay, kota kedua terbesar di Myanmar. Satu kotak amal di masjid setempat dihancurkan. Seorang penduduk bersaksi militer mencuri uang di dalam kotak amal tersebut.

"Kami masih belum tahu berapa banyak uang yang mereka ambil. Mereka masih memblokir kampung sehingga kami tidak bisa keluar," kata penduduk, seperti dikutip The Irrawaddy.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sejak kudeta militer terhadap pemerintahan sipil yang sah pada 1 Februari lalu, sebanyak 715 warga sipil tewas. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah19 April 2021 | 04:20:41

    Kacau nìh militer. Rakyat sendiri ditembaki. Serem serem.

Back to Top