Amerika Serikat

44 Tahun Dibui Tanpa Kesalahan, Ronnie Long Dapat Kompensasi Rp 11 Miliar

publicanews - berita politik & hukumRonnie Long (65) dan istrinya Ashleigh Ward seusai dibebaskan dari penjara. (Foto: Caitlin Penna)
PUBLICANEWS, North Carolina - Selama 44 tahun Ronnie Long (65) dipenjara karena kejahatan yang tak pernah dilakukannya. Tiba-tiba pada Jumat (2/4) pekan lalu, ia mendapat transfer 750 ribu dolar AS, hampir Rp 11 miliar, dari pemerintah North Carolina.

Dengan uang kompensasi tersebut Long mendadak jadi miliarder. Menurut laman Charlotte Observer, uang tersebut sangat banyak, lebih dari yang pernah diimpikan penduduk asli Concord, kota kecil di Negara Bagian Caroline Utara, Amerika Serikat.

Girangkah Long?

"Tidak, saya tidak puas!" pria kulit hitam itu berteriak kepada wartawan Charlotte Observer yang mewawancarainya lewat telepon, Kamis (8/4). "Tidak mungkin Anda memasukkan saya ke penjara dan kemudian memberi tahu saya berapa harga saya," ia menegaskan.

Long adalah korban salah tangkap. Pengadilan menjebloskannya ke penjara pada 1976 silam saat ia berusia 20 tahun. Ia dituduh memperkosa, lalu membunuh wanita kulit putih Sarah Bost (54), serta merampok pengusaha terkenal Carolina Utara tersebut. Juri yang semuanya berkulit putih memutuskan ia bersalah.

Padahal, bukti 40 sidik jari, rambut, dan sperma yang dibawa polisi tidak cocok dengan DNA Long. Namun hakim tetap menjatuhkan vonis 80 tahun penjara!

Pengacaranya Jamie Lau menuding vonis tersebut didasari kebencian ras. "Rasisme memainkan peran utama dalam keputusan juri dan hakim," ujar Lau.

Dari balik penjara Albarmale, selama bertahun-tahun Long tidak putus asa untuk membuktikan ia korban salah tangkap. Hingga akhirnya pada Desember 2020 lalu hakim James Wynn dari Pengadilan Banding Tingkat Empat menyatakan kesalahan vonis terhadap Long harus diakhiri.

Pada hari pembebasannya, Long meminta istrinya yang setia Ashleigh Ward membelikannya rompi merah dan dasi yang serasi. Ward juga membawakan sepatu baru dari toko Italia.

Ward adalah wanita kulit putih yang menikah dengan Long saat masih mahasiswi studi kriminal dan hukum Universitas Carolina Utara. Pernikahan mereka berlangsung di dalam penjara.

"Ini pertama kali dalam 44 tahun dia bisa memilih apa yang dia ingin kenakan. Semua pilihan itu telah dirampas darinya ketika negara 'menculiknya' bertahun-tahun sebelumnya," ujar sang istri.

Tapi Long merasa kebebasannya saja tak cukup. Ia menuntut kompensasi lebih dari 75 ribu dolar AS. Masalahnya, hukum di Negara Bagian Carolina Utara hanya bisa memberi kompensasi napi salah tangkap sebesar 50 ribu dolar pertahun. Dan maksimal kompensasi adalah 750 ribu dolar.

Kemarin, Long masih bertekad untuk membicarakan soal kompensasi ini dengan Gubernur Roy Cooper. Tapi untuk sementara waktu, ia telah membelanjakan uangnya untuk mobil impiannya, yakni Cadillac tahun 1950-an. Istrinya sudah mencari rumah baru.

"Saya mencoba menikmati setiap menit dari sisa hidup saya sebagai orang bebas," kata Long. Kecuali soal kompensasi yang kurang banyak, ia menambahkan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top