Amerika Serikat

Dua Remaja WNI Diserang di Philadelphia, Komunitas Asia-Amerika Protes

publicanews - berita politik & hukumKomunitas Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik menggelar protes anti-Asia di Philadelphia, Kamis waktu setempat atau Jumat (26/3) di Indonesia. (Foto: Kimberly Paynter)
PUBLICANEWS, Philadelphia - Dua remaja putri Indonesia diserang oleh empat ABG kulit hitam di bangku peron stasiun kereta bawah tanah (subway) di Philadelphia, Amerika Serikat. Kamis (25/3) pagi waktu setempat, 300-an orang melakukan aksi solidaritas di kawasan Pecinan atau Chinatown.

Aksi digelar oleh komunitas Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik. Teriakan 'Cukup sudah, kami bukan virus' dan 'Bangga menjadi orang Asia' bergema di Jalan 10, Pecinan, di sela-sela bunyi tambur dan simbal.

Sentimen anti-Asia menjalar di beberapa kota Amerika menyusul penembakan enam perempuan Asia oleh pemuda kulit putih Robert Aaron Long di Atlanta. Lalu pemuda keturunan Suriah 'membalas' dengan membantai 10 orang pengunjung toko grosir di Colorado.

Kini giliran dua remaja putri Indonesia diserang secara verbal maupun fisik oleh empat remaja putri kulit hitam di Philadelphia. Dua WNI usia 17 dan 18 tahun yang tak disebut namanya itu tengah menunggu kereta Broad Street Line di Stasiun Kota SEPTA, Minggu (21/3) malam, ketika tiba-tiba empat ABG putri menghampiri mereka.

"Seorang remaja menampar pipi kanan teman saya. Remaja lain memukul kepala saya," kata salah satu WNI tersebut, Jumat (26/3). The Inquirer merahasiakan namanya demi alasan keamanan.

Gadis tersebut yakin serangan dilandasi kebencian ras karena di stasiun banyak orang keturunan hispanik, kulit putih, dan kulit hitam. Dan mereka diam saja.

Sayangnya, kedua pelajar Indonesia itu tidak melaporkan kasusnya ke pihak keamanan stasiun atau polisi. Baru pada Rabu lalu cerita ini diketahui banyak orang. Simpatisan komunitas Indonesia di Philadelphia telah menyatakan keprihatinannya.

Aaron Long, Penembak Panti Pijat yang Kecanduan Seks dan Alkitab

Pada Kamis malam waktu setempat diadakan rapat umum di Balai Kota. Jenny Gai, penduduk Chinatown, dengan emosi berteriak, "hentikan kebencian terhadap wanita Asia. Kami bukan virus."

Komisaris Polisi Philadelphia Danielle Outlaw mengatakan tengah menyelidiki kasus ini dan beberapa insiden vandalisme rasis serta kebencian terhadap ras Asia. "Retorika rasis dan tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi," ia menegaskan, seperti ditulis laman cbsphiladelphia.com.

Direktur Eksekutif Philadelphia Chinatown Development Corporation John Chin menggambarkan meningkatnya kasus pelecehan dan kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika di Philadelphia terjadi sejak pandemi virus korona.

"Beberapa orang didorong dan disiram air. Yang benar-benar menjijikkan ada yang bahkan diludahi," kata Chin.

Dinding di kawasan Pecinan banyak berisi grafiti ujaran kebencian terhadap ras Asia dengan cat semprot. Meskipun telah dibersihan, tapi efeknya pada komunitas lokal Asia bakal bertahan lama.

"Mereka takut naik angkutan umum ke dan dari tempat kerja. Mereka memilih tinggal di rumah dan menghindari tempat umum," Chin menambahkan. (oca)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah28 Maret 2021 | 11:19:52

    Kok ada ya manusia masia kodok di negera maju? Stupido.🤣

  2. Iis_osya @iis_osya27 Maret 2021 | 20:01:08

    Ini tindakan yg tidak terpuji, harus diselesaikan agar tidak terjadi saling balas nantinya.

    Akibatnya akan lebih berbahaya.

Back to Top