Amerika Serikat

'Rambo' si Pembantai di Toko Grosir Colorado Itu Ahmad Al Aliwi Alissa

publicanews - berita politik & hukumAhmad Al Aliwi Alissa (21), pelaku penembakan di toko grosir di Boulder, Negara Bagian Colorado, AS. (Foto: Boulder Police Department)
PUBLICANEWS, Denver - Pria tanpa baju dan sepatu dengan kaki berdarah-darah yang dibekuk polisi setelah membantai pengunjung toko grosir King Soopers, Boulder, Negara Bagian Colorado, Senin (22/3) sore, diidentifikasi sebagai Ahmad Al Aliwi Alissa (21). Pemuda yang tinggal di Arvada, Denver, itu kini ditahan di Penjara Boulder County setelah dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di kakinya.

Kepolisian Boulder belum mengungkap motif penembakan brutal terhadap 10 pengunjung toko grosir tersebut --salah satunya polisi Eric Talley (51). "Penyelidikan akan memakan waktu lama," kata Kepala Polisi Boulder Maris Herold.

"Saya berjanji bahwa kita semua di sini akan bekerja tanpa lelah untuk memastikan pembunuhnya benar-benar bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan," ujar Jaksa Wilayah Boulder County Michael Dougherty, Selasa (23/3) pagi waktu setempat atau Rabu (24/3) dini hari di Indonesia, dalam konferensi pers di Boulder.

Aliwi ditangkap setelah baku tembak dengan polisi di toko tersebut. Namun polisi tidak bisa memastikan siapa yang menembak Aliwi. Pria yang dibesarkan di Denver itu bungkam ketika diperiksa.

"Dia tidak menjawab pertanyaan apapun, dia hanya meminta untuk berbicara dengan ibunya," kata Maris Herold.

Penembakan di Boulder, di kaki Pegunungan Rocky yang terkenal, barat laut Denver, ini terjadi kurang dari sepekan setelah penembakan di tiga panti pijat di Atlanta, Negara Bagian Georgia, yang menewaskan delapan orang.

Menurut catatan kepolisian, Aliwi membeli senapan semi otomatis Ruger AR-556 dan pistol pada 16 Maret 2021. Anna Haynes, mahasiswi Universitas Colorado, kebetulan sedang memandang dari jendela apartemennya di seberang King Soopers, pada Senin sore itu.

Ia kaget mendengar rentetan tembakan dan melihat Aliwi bak Rambo, tentara khayalan dalam film AS. Aliwi berdiri menenteng senapan dan pistol di tempat parkir. Bercelana pendek, tanpa baju, dan tak bersepatu.

"Saya melihat pria bersenjata itu sendirian memegang senapan semi-otomatis, ia memberondong sporadis sebelum memasuki toko," kata Haynes.

Beberapa detik kemudian Haynes melihat orang-orang berhamburan keluar pusat grosir tersebut. "Saya mendengar teriakan, saya melihat orang berlarian dengan mobil mereka. Situasi berubah kacau hanya dalam sekejap," ia menuturkan.

Aliwi diduga datang ke King Soopers menggunakan Mercedes hitam milik saudara laki-lakinya. Mobil diparkir di pinggir jalan. Seorang pengendara mobil yang berhenti dekat Mercy tersebut tewas ketika Aliwi memberondongkan peluru.

Presiden AS Joe Biden prihatin tragedi Colorado ini terjadi kurang dari sepekan setelah delapan orang --enam diantaranya perempuan Asia-- tewas di tangan pemuda kulit putih Robert Aaron Long (21) di Atlanta. Belum kering airmata warga AS.

"Bendera masih berkibar setengah tiang, kini kota lain di Amerika terluka lagi oleh kekerasan bersenjata dan mengakibatkan trauma," kata Biden. "Saya benci untuk mengatakan 'hati kita hancur' karena terlalu sering tragedi penembakan terjadi," ia menambahkan.

Apa yang membuat Aliwi, si Rambo dari Denver, membantai 10 pengunjung toko sembako? Penyelidik menolak untuk berspekulasi tentang motifnya.

"Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk motifnya," kata agen Biro Investigasi Federal (FBI) Michael Schneider yang menangani kasus ini. "Baru 24 jam sejak insiden itu, terlalu dini untuk menarik kesimpulan apa pun saat ini." (ian)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah25 Maret 2021 | 21:35:50

    Makin banyak orang stress di amrik.🤔

  2. Anak Gaul @gakasikah25 Maret 2021 | 21:35:36

    Makin banyak orang stress di amrik.🤔

Back to Top