Amerika Serikat

Aaron Long, Penembak Panti Pijat yang Kecanduan Seks dan Alkitab

publicanews - berita politik & hukumRobert Aaron Long, pembunuh wanita terapis asal Asia di tiga panti pijat Atlanta, Amerika Serikat. (Foto: Cherokee Sheriff)
PUBLICANEWS, Atlanta - Robert Aaron Long (21) seorang yang amat pendiam, ia terobsesi menjadi pemeluk Kristen teguh tapi kecanduan seks.

Nyaris tidak ada yang mengenalnya, sampai Selasa (16/3) lalu ketika ia ditangkap polisi karena membunuh delapan orang dari tiga panti pijat di Atlanta, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat. Enam diantara korban adalah perempuan keturunan Asia --persisnya China dan Korea.

Amerika pun geger, sampai-sampai Presiden Joe Biden perlu mengajak Wapres Kamala Harris, yang keturunan India, untuk meredakan kekhawatiran munculnya rasisme. Biden dan Harris mengunjungi Atlanta hari ini.

"Rasisme itu nyata di Amerika, dan selalu demikian. Xenophobia adalah nyata, dan selalu demikian," kata Wapres Harris, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (20/3).

Seorang rasiskah Aaron Long? Teman dan mantan pendetanya mendeskripsikan pemuda berwajah pucat itu sebagai seorang yang terobsesi antara gereja dan pornografi.

"Dia sangat militan dalam keyakinan agama. Dia pria yang membenci diri sendiri karena kerap masturbasi, kecanduan seks," ujar Tyler Bayless, teman sekamarnya di Maverick.

Ketika sekolah di Sequoyah High School, Georgia, ia selalu terlihat mengepit alkitab dan stik drum. Di akun Instagramnya, ia menuliskan profilnya: 'Pizza, pistol, drum, dan Tuhan. Adakah yang lebih baik?'

Hidupnya berubah kacau setamat SMA. Saat menjadi mahasiswa Universitas North Georgia, ia kambuh kecanduan seks. Long diputus oleh pacar yang memergokinya kerap jajan di panti pijat.

Pendeta Gereja Penginjil Jerry Dockery pernah mengingatkannya untuk kembali menjadi Kristen konservatif. "Perzinahan, pencabulan, pornografi adalah dosa dan menyinggung Tuhan," ujarnya.

Tanpa sepengetahuan orang tua dan temannya, pada Agustus 2020 lalu Long menjalani terapi kecanduan seks dan narkoba di HopeQuest. Kepada temannya Bayless, Long pernah berbicara tentang menghidupkan kembali keyakinan agama, tetapi berulang kali ia jatuh kembali sebagai pecandu seks.

"Dia membenci industri pornografi. Dia tahu betapa buruknya pengaruh pornografi untuknya," kata Bayless. "Dia merasa dieksploitasi oleh seks."

Pada suatu kesempatan, Long menelepon Bayless seusai mengunjungi spa dan panti pijat Asia. Ia mengatakan sedang berpikir untuk bunuh diri karena berlumur dosa.

Pada hari pembunuhan, Long diusir dari rumah orang tuanya, pasangan Robert dan Diane Long. Robert kaget ketika sekitar pukul 17.00 ia mendapat telepon dari Kantor Sherif Cherokee mengabarkan anaknya diduga pelaku penembakan di Young's Asian Massage dan Aroma Therapy Spa yang berhadapan.

Tak sampai satu jam kemudian, polisi kembali mengabari Long juga menembaki Gold Spa. Total delapan orang tewas. Long tertangkap beberapa jam kemudian dengan pistol kaliber 9 mm di mobilnya.

Bayless yang ditanya polisi hanya bisa menggeleng. "Mengapa ia membidik perempuan Asia? Sulit untuk mengetahuinya saat ini," ujarnya. (oca)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. de'fara @shahiaFM22 Maret 2021 | 06:24:41

    Ini lah bukti bahwa apapun agamanya, bisa saja menjadi seorang yg menakutkan, dg mudahnya menghilangkan nyawa siapa saja.

  2. Anak Gaul @gakasikah21 Maret 2021 | 19:11:55

    Ekstrim kiri, ekstrim kana, opo tengah, padha bae.

Back to Top