Buka Kantor Baru, Trump Masih Merasa Presiden AS

publicanews - berita politik & hukumSidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump, di Capitol, Washington, Selasa (27/1). (Foto: AP)
PUBLICANEWS, Florida - Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuktikan ucapannya kepada para pendukungnya sebelum meninggalkan Gedung Putih. Ia tetap merasa dicurangi dalam Pilpres dan tak mengakui Joe Biden sebagai presiden penggantinya.

Kepada pengikutnya, pengusaha properti dan bisnis hiburan itu mengatakan akan kembali memimpin AS dalam banyak bentuk.

Ancaman itu ia buktikan dengan membuka kantor baru di Palm Beach, Florida. Kantor tersebut akan bertanggung jawab untuk mengelola korespondensi, pernyataan publik, penampilan, dan kegiatan resmi Trump.

"Presiden Trump akan selalu dan selamanya menjadi juara bagi rakyat," begitu bunyi peryataan tersebut sebagaimana dikutip Newsweek, Selasa (26/1).

Pembukaan kantor hampir bertepatan dengan penyerahan hasil keputusan Kongres kepada Senat untuk dilakukan pemakzulan terhadap Trump. Kongres menegaskan bahwa melalui pidatonya, Trump telah memprovokasi dan menghasut pemberontakan ke Gedung Capitol yang menyebabkan 5 orang tewas.

Keputusan itu ditindaklanjuti dengan sidang Senat pertama pada Selasa kemarin. Sebanyak 45 dan 50 Senator Partai Republik menolak upaya pemakzulan tersebut. Hal itu bertolak belakang dengan 50 suara bulat kubu Demokrat.

Mayoritas Republik beranggapan bahwa Trump sudah menjadi warga negara biasa, bukan presiden sehingga tidak wajar dilakukan proses pemakzulan. Senat akan membahas kembali soal tersebut pada 9 Februari mendatang.

Jika Trump berhasil dimakzulkan maka ia tidak mempunyai kesempatan lagi menjadi presiden AS. Hal itu akan menguburkan ambisi kelompok kanan yang memimpikan AS menjadi negara kulit putih saja. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top