Amerika Serikat

Kejutan, Presiden Biden Tunjuk Menteri Gay, Kulit Hitam, dan Perempuan

publicanews - berita politik & hukumMenteri Transportasi AS Pete Buttigieg (kanan) dan suami Chasten Glesman. (Foto: Time)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden Amerika Serikat Joe Biden melakukan serangkaian terobosan dalam menyusun kabinet. Setidaknya, ada tiga pilihannya yang dianggap fenomenal, yaitu dipilihnya Menteri Transportasi Pete Buttigieg, kemudian Menteri Pertahanan J Austin III atau Llod Austin, dan Menteri Keuangan Janet Yellen.

Janet Yellen akan menjadi wanita pertama dalam sejarah AS yang menjabat Menteri Keuangan. "Sangat memenuhi syarat untuk memimpin Departemen Keuangan pada saat kritis," kata Ketua Komite Keuangan Senat Ron Wyden asal Partai Demokrat, seperti dilansir dari AFP, Selasa (26/1).

Pujian kepada Yellen juga disampaikan pemimpin oposisi dari Partai Republik Mitch McConnell. Menurutnya, Yellen merupakan ekonom AS yang berperan penting dalam mengamankan AS saat memimpin Federal Reserve (The Fed) pada periode 2014-2018.

Sosok yang menarik dalam kabinet Joe Biden adalah Austin. Pria berdarah Afrika-Amerika ini akan berkantor di Gedung Pentagon sebagai Menhan. Ia merupakan Komandan ke-12 Komando Pusat AS periode 2013-2016. Ia menjadi arsitek dalam menggempur Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Jenderal bintang empat ini pernah menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS.

Menteri lain yang menyita perhatian adalah Pete Buttigieg yang merupakan pria gay pertama yang menjabat menteri di AS. Di hadapan Senat pekan lalu, Buttigieg tanpa sungkan memperkenalkan Chasten Glesman, pria yang disebut sebagai suaminya.

"Ia yang setia mendampingi saya dalam situasi apa pun sampai saya bisa menjadi calon menteri ini," ujar Buttigieg sambil menoleh ke Chasten yang duduk mengenakan masker.

Pasangan sejenis ini menikah pada 16 Juni 2018 setelah saling berkenalan pada 2015. Buttigieg merupakan walikota dua periode South Bend, Indiana. Pria 38 tahun itu pernah ikut memperebutkan nominasi bakal calon presiden dari Partai Demokrat, tetapi kalah dari Joe Biden.

Pencalonan Buttigieg mengundang reaksi dari pendukung eks Presiden Donald Trump. Mereka menilai kelompok LGBTQ akan menghancurkan kehidupan masyarakat. Pemimpin Evangelis AS Franklin Graham menilai gay adalah sesuatu yang harus disesali, bukan sesuatu untuk dipamerkan, dipuji atau dipolitisasi.

Sebaliknya aktivis HAM dan kesetaraan menilai pilihan Joe Biden mencerminkan keberagaman dan terobosan baru dalam sejarah AS dan cermin dari pengalaman hidup rakyat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top