Pilpres AS

Tolak Kalah, Trump Segera Gugat 'Pencurian' Suara

publicanews - berita politik & hukumDonald Trump bermain golf saat Joe Biden mendekati kemenangan. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Washington - Anak emas Donald Trump, Ivanka, dan menantunya Jared Kushner terus membujuk Donald Trump untuk mengakui kekalahan dalam Pilpres 2019. Namun alih-alih mengibarkan bendera putih, Trump malah menuding kemenangan Joe Biden hanya digemborkan media massa.

"Sejak kapan media mainstream menetapkan siapa presiden kita selanjutnya? Kita telah belajar banyak dalam dua pekan terakhir!" Trump mencuit dalam akun @realDonaldTrump, Senin (9/11).

Ia pun memberkuat argumennya dengan mengutip pernyataan mantan Ketua House of Representatives (HOR) atau DPR AS Newt Gingrich. Kolega Trump di Partai Republik itu mengatakan bahwa pilpres AS 2020 sebagai 'pemilu yang dicuri', karena proses penghitungan di beberapa negara bagian berlangsung korup.

Para pengacara Trump sudah menyiapkan gugatan hasil pemilu pada Senin waktu AS. Salah satu negara bagian yang digugat yaitu Pennsylvania. Trump mengklaim bahwa tim pengamat kubu Trump kehilangan akses untuk mengawasi pemrosesan dan penghitungan suara.

Gugatan serupa akan diajukan ke negara-negara bagian lainnya. Kubu Trump mengharapkan gugatan hukum nasional besar-besaran. Dengan demikian legitimasi perolehan suara 290 elektoral bagi Joe Biden bisa tergerus dan beralih ke Trump yang tertinggal di angka 215.

Meski di tengah gugatan, kemenangan Joe Biden terus diakui banyak negara. Sekutu Trump di Timur Tengah, Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan selamat kepada presiden AS terpilih Joe Biden.

Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin SalmanĀ memberikan ucapan selamat meski terbilang menjadi negara terakhir di kawasan Teluk yang memberikan pengakuan.

Kegembiraan atas kekalahan Trump disampaikan warga AS asal Indonesia Helmi Wattimena. Ia mengatakan meski Trump tidah pernah mengambil gajinya sebagai presiden tetapi sebenarnya yang paling korup.

Bahkan Trump, satu-satunya presiden yang tega memisahkan orang tua dari anak-anak mereka. Diketahui kebijakan Trump yang menghalau para imigran telah menyengsarakan banyak orang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top