Pilpres AS

Loyalis Trump Serbu DPR, Serukan Belum Kalah

publicanews - berita politik & hukumPendukung Trump di gedung DPR Negara Bagian Michigan di Lansing, Amerika Serikat. (Foto: Jim West/Zuma Wire/Rex/Shutterstock)
PUBLICANEWS, Washington - Kemenangan Joe Biden dalam pemilu Amerika Serikat memang belum diumumkan secara resmi. Massa pendukung petahana Presiden Donald Trump tidak bisa menerima selebrasi kemenangan Partai Demokrat dan pesta kegembiraan yang berlangsung meriah di 130 mil timur Philadelphia.

The Guardian, Minggu (8/11), melaporkan bahwa ratusan pendukung Trump mulai berkumpul di gedung DPR Negara Bagian Pennsylvania di Harrisburg. Mereka menolak kalah sebagimana didengungkan Trump.

Massa meneriakkan ada penipuan surat suara dan manipulasi media. "Kami perlu memastikan setiap suara dan untuk memastikan pemilihan ini adil," kata perwakilan Negara Bagian Yorktown Mike Jones dalam protesnya.

“Jika kita membiarkan negara ini menyerah pada sosialisme, itu bukan karena kaum kiri menguasai kita. Itu karena laki-laki dan perempuan yang baik tidak melakukan apapun,” ia menambahkan.

Mary Wallace, dari Partai Republik Harrisburg, mengatakan pemerintah belum melakukan pengesahan suara dan kemenangan. "Jadi apapun bisa terjadi. Saya ingin Donald Trump empat tahun lagi," katanya.

Ia mengingatkan kemenangan Biden di beberapa negara bagian masih dipersoalkan sehingga perlu penyelesaian hukum atas kasus-kasus tersebut.

Politikus yang gagal mewakili Arizona itu menyalahkan media yang menggambarkan seolah-olah di tangan Trump terjadi perpecahan ras. Wanita kulit hitam ini menuding rekayasa sekelompok kulit putih lawan Trump yang membuat keonaran berbasis ras.

"Ini bukan tentang teori konspirasi, ini tentang akal sehat. Saya sepenuhnya berharap Trump akan menantang ini dan dia harus melakukannya," ujar pendemo Dylan Stevens.

Stevens menuding media sosial telah berpihak kepada Biden. Menurutnya potensi bentrok dalam beberapa pekan mendatang tak bisa dihindarkan.

“Tentu ada fanatikus dan ekstremis, tetapi kami adalah milisi yang diatur dengan baik,” kata Stevens yang menyebut diri dari grup Angry Viking Patriots of America dan Pennsylvania Three Percenters.

Aksi massa serupa terjadi di Michigan pada 2016 saat Trump menabg, tetapi kemarin berbalik untuk Biden. Loyalis Trump berkumpul di gedung parlemen dan meneriakkan kemenangan. "Kami menang. (untuk) Empat tahun lagi," teriak massa.

Mereka mendesak para relawan Trump, termasuk veteran dan purnawirawan, agar mengadang upaya pengesahan kemenangan bagi Biden.

"Tirani sedang mengetuk pintu kita. Telah mendobrak pintu kami. Itu di ambang pintu kami dan kami harus mendorongnya kembali," kata Kevin Skinner (34) yang memprotes kebijakan lock down dan menduga adanya konspirasi global.

Perserta aksi dari Carolina Selatan Josehine Kolomow menyatakan bahwa pilpres belum berakhir. “Trump telah membela kami selama empat tahun, dan sekarang saya ingin membela dia. Saya sedih, tetapi saya rasa ini belum berakhir. Trump tidak menyerah," ujarnya.

Pendukung fanatik Trump kembali mempropagandakan adanya penyimpangan proses perhitungan suara. Mereka juga menuduh media sebagai nabi palsu. "Media adalah bagian dari kerajaan kegelapan dan kami sedang menyingkapkannya sekarang," katanya mengutip Alkitab.

Pers lokal dan juga para pejabat pemilu menegaskan tidak ada penyimpangan. Namun, pemilih Trump yang mencapai 70.396.573, sebagian belum menyerah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top