Tiga Meninggal dalam Serangan Penggal Kepala di Gereja Perancis

publicanews - berita politik & hukumPasukan keamanan menjaga gereja Notre Dame di Nice, Prancis, pasca serangan pemenggalan kepala, Kamis (29/10). (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Nice - Seorang penyerang bersenjatakan pisau memenggal kepals seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya dalam serangan brutal di sebuah gereja di Kota Nice, Perancis, Kamis (29/10).

Dikutip dari Reuters Kamis sore waktu setempat, pelaku meneriakkan 'Allahu Akbar'. Petugas di tempat terpisah menembak mati seorang bersenjata.

Di Kota Avignon, Perancis selatan, polisi juga menembak mati seorang pria yang mengancam dengan menggunakan pistol sambil meneriakkan Allahu AKbar (Allah Maha Besar).

Walikota Nice Christian Estrosi mengatakan, serangan dilakukan para teroris di dekat Gerja Notre Dame. Menurutnya, seorang yang terbunuh di dalam gereja dipastikan adalah pembantu gereja. Seorang wanita lain, dalam keadaan luka menyelamatkan diri ke sebuah bar di seberang gereja abad ke-19 tersebut.

Pelaku pemenggal kepala sempat ditembak polisi, tetapi ia selamat dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

"Sekarang saatnya bagi Perancis untuk membebaskan diri dari hukum perdamaian untuk secara definitif menghapus Islamo-fasisme dari wilayah kami,” kata Estrosi.

Presiden Perancis Emmanuel Macron dijadwalkan segera mengunjungi Nice. Sedangkan anggota parlemen di Majelis Nasional melakukan hening cipta satu menit sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban.

Kasus ini berkaitan dengan pemenggalan kepala guru sejarah Samuel Paty pada 16 Oktober 2020 lalu. Guru Paty membahas karikatur Nabi Muhammad SAW. Sesuatu yang menyinggung prinsip dan keyakinan Islam. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi29 Oktober 2020 | 20:52:25

    Semoga tdk berlarut larut dan menyebar soal rasis ini.

Back to Top