Korea Selatan

Bos Samsung Meninggal, Sukses di Antara Skandal dan Tragedi

publicanews - berita politik & hukumPenampolan bos samsung Lee Kun-hee pada 2014. (Foto: The Verge)
PUBLICANEWS, Seoul - Bos Samsung Lee Kun-hee meninggal pada Minggu dini hari di usia 78 tahun. Anaknya Lee Jae-Yong yang kini mewarisi kerajaan Samsung mengumumkan Lee meninggal dengan keluarga di sisinya.

Masa penghormatan dimulai Senin (26/10) pukul 10 waktu setempat. Laman Arirang, pagi ini, memberitakan bahwa Lee akan dimakamkan pada Rabu lusa.

"Samsung mengatakan pemakaman Lee akan kecil-kecilan, sesuai dengan keinginan mendiang Lee Kun-hee dan keluarganya," tulis portal Korea Selatan tersebut . Pemakaman dibatasi kurang dari 50 orang karena pandemi Covid-19.

Lee Kun-hee menjalani perawatan di rumah sakit sejak 2014 karena gagal jantung, selain menderita kanker paru-paru pada akhir 1990-an. Ia kemudian lebih dikenal sebagai 'raja pertapa' karena memilih 'bersembunyi' di rumahnya yang dikelilingi tembok tinggi, sementara bisnisnya menggurita.

Lee mulai menahkodai Grup Samsung pada 1987 meneruskan usaha orang tuanya Lee Byung-chull. Saat itu Lee Byung meninggal dengan mewariskan usaha yang bergerak di bisnis ekspor ikan dan buah, termasuk elektronik, dan usaha konstruksi.

Di tangan Lee, Samsung meroket. Bahkan, memberi kontribusi kebangkitan perekonomian Korea Selatan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di urutan ke-12 dunia.

Lee sukses membuat Samsung menjadi produsen ponsel pintar dan chip memori terbesar di dunia. Omzet keseluruhan perusahaan setara dengan seperlima dari PDB Korea Selatan.

Di balik Samsung sebagai 'chaebol' alias konglomerasi terbesar yang dikendalikan keluarga, dengan harta sekitar Rp 234 triliun pada 2019 ternyata kehidupan pribadinya tak semarak timbunan uang yang berhasil ia kumpulkan.

Hidup Lee bahkan mirip drama Korea. Mekipun diwarnai gelimang harta tetapi penuh drama dan skandal. Pria kelahiran Hanja pada 9 Januari 1942 diketahui menyuap presiden Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo pada 1996.

Ia juga diperkarakan karena menyuap jaksa, hakim, dan para tokoh politik Korsel. Namun, pada 1997, ia mendapat pengampunan dari Presiden Kim Young-Sam.

Selain bisnis kotor, kehidupan pribadi Lee juga kurang sedap untuk dijadikan panutan. Korea News Tapa dalam pemberitaannya pada 21 Juli 2016, menyebutkan Lee membayar wanita panggilan. Skandal seks itu sudah berlangsung bertahun-tahun di rumah megahnya.

Video Lee dan wanita penghibur itu menceritakan ia membayar 5 juta won, sekitar Rp 6,4 miliar. Lee juga dikaitkan dengan pemakaian obat-obatan terlarang pada 2014, tetapi dibebaskan dengan masa percobaan.

Samsung memberikan pernyataan skandal tersebut sebagai masalah pribadi. Perusahaan 'menyesalkan' bahwa masalah pribadi seperti itu menyebabkan kehebohan.

Lee memiliki tiga putri dan satu anak laki-laki. Anak perempuan bungsu Lee Yoon-hyung meninggal karena bunuh diri pada 2005. Satu-satunya anak laki-laki Lee Jae-yong bercerai pada 2009. Demikian pula anak wanita sulung Lee Boo-jin pisah dengan suami.

Saat ini Lee Jae-yong menjabat Chairman Samsung Electronics. Ia didapuk sebagai wakil bos sejak 2012 sebelum Lee Kun-hee mendapat serangan jantung . Sementara Lee Boo-jin menjadi Presiden Hotel Shilla dan Samsung Everland dan Lee Seo-Hyun. Ia juga menjabat Presiden Unit Fesyen Samsung C&T.

Apapun kondisinya, Samsung Grup merupakan konglomerasi terbesar di Korsel dan produknya menggurita. Di Indonesia, gadget Samsung merajai pasar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah26 Oktober 2020 | 14:43:29

    Akhirnya, sukses gak? Terserah Anda yg menilai.

Back to Top