Berisik Saat Bercinta Bisa Diperkarakan di Inggris

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi. (Credit to: Hollywood Steamiest)
PUBLICANEWS, Manchester - Di Inggris, suara orang bercinta bisa jadi urusan pemda. Itulah yang dilakukan seorang ibu tiga anak terhadap 'tetangga yang berisik', ia melaporkannya ke Dewan Kota Manchester.

Yang membuat wanita yang namanya dirahasiakan itu kesal, Dewan Kota menganggap suara berisik saat bercinta sebagai 'kebisingan alamiah'. Ia sudah dua kali melapor lewat surat maupun telepon, tapi jawaban mereka sama yaitu bukan merupakan 'gangguan hukum'.

"Saya berbicara dengan mereka tentang kebisingan seks dan mereka mengatakan tidak ada yang dapat mereka lakukan karena itu adalah suara yang alami," kata wanita tersebut, seperti dikutip Manchester Evening News, Rabu (21/10) petang. "Saya tidak tahu apa lagi yang bisa kami lakukan," ia menambahkan.

Wanita itu mengaku letih dan kurang tidur sejak Manchester memberlakukan lockdown pada Juli lalu menyusul pandemi Covid-19. Seringkali, baik siang maupun malam, ada 'suara-suara nakal' dari tetangga sebelah kiri rumahnya. Ia mengkhawatirkan anak-anaknya karena turut mendengar suara-suara tak pantas.

Menurut Manchester Evening News, akibat lockdown banyak rumah tangga bertengkar karena bosan sepanjang hari bertemu anggota keluarganya. Ada pula yang menikmatinya dengan bermain seks bersama pasangan kapanpun.

Tetangga wanita pelapor itu sebenarnya perempuan lajang. Tapi hampir setiap malam pacar barunya datang. "Mengerikan, hampir setiap malam adalah mimpi buruk saya. Awalnya saya pikir sebentar juga akan berhenti karena bosan. Tapi itu tidak pernah berakhir," ujarnya.

Tetangga lain yang mengenal perempuan itu pernah menegur, tapi malah berujung pertengkaran. Minggu (18/10) lalu, Dewan Kota akhirnya menyurati wanita 'hot' tersebut, namun belum ada respon.

Anggota Eksekutif Dewan Kota Rabnawaz Akbar mengatakan, petugas tak bisa menemui perempuan tersebut karena ada pembatasan Covid-19. Mereka berencana memasang alat pemantau 'berisik' di pinggir jalan lantaran tidak boleh memasangnya di properti seseorang tanpa izin.

"Untuk memastikan apakah suara yang didengar masuk kategori gangguan terhadap lingkungan menurut undang-undang," kata Akbar. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. cin94 @cin9424 Oktober 2020 | 21:35:53

    wah kasian lagi indehoy dilaporin ya..

Back to Top