Amerika Serikat

7 Fakta Kamala Harris, Perempuan Kulit Hitam Pertama Calon Wapres

publicanews - berita politik & hukumKamala Harris, Jaksa Agung California, yang dicalonkan sebagai Wakil Presiden AS. (Foto: Instagram/@kamalaharris
PUBLICANEWS, Washington - Setelah Joe Biden mengumumkan penunjukan Kamala Harris sebagai calon wakil presidennya untuk Pemilihan Presiden AS pada sebulan lalu melalui Twitter, nama Kamala Harris (55) menjadi sorotan publik. Selain kontroversinya selama menjabat Jaksa di California, sang senator juga dikenal kerap melontarkan kritik tajam.

Siapakah sebenarnya Kamala Harris? Berikut ini 7 fakta mengenai anggota Partai Demokrat berusia 55 tahun itu.

1. Wanita kulit hitam dan keturunan India pertama.

Orang tua wanita bernama lengkap Kamala Devi Harris ini seorang imigran. Ayahnya Harris adalah profesor ekonomi emeritus di Universitas Stanford berkulit hitam dari Jamaika, sedangkan ibunya merupakan ilmuwan kanker payudara yang bermigrasi dari India.

Kamala akan mencetak sejarah sebagai perempuan Wapres AS pertama, jika menang. Geraldine Ferraro gagal pada pilpres 1984, begitu pula Sarah Palin pada 2008 silam.

2. Bangga sebagai keturunan India.

"Nama saya diucapkan dengan ejaan ‘Comma-la’," kata Kamala dalam otobiografinya The Truths We Hold (1998). Dalam bahasa Hindi Comma-la berarti bunga teratai.

Kamala dibesarkan dengan makanan-makanan India seperti nasi, yoghurt, kari kentang, dan dal. Hal tersebut ia sampaikan dalam video di kanal Youtube Mindy Kaling, komedian dan aktris India-Amerika.

Walaupun ia lebih dikenal dengan identitas sebagai keturunan Afro-Amerika, warga India-Amerika tetap melihat Kamala sebagai bagian dari mereka.

3. Perempuan pertama yang menjadi Jaksa Agung di California.

Perempuan kelahiran 20 Oktober 1964 di Oakland, California, ini pernah kuliah di Universitas Howard, lalu meraih gelar hukumnya di Universitas California.

Ia memulai karir sebagai jaksa di daerah Alameda, California, pada 1990. Kemudian terpilih sebagai jaksa distrik San Francisco pada 2002, lalu menjadi Jaksa Agung California dan menjadi orang kulit hitam pertama yang menduduki posisi tersebut.

4. Harris merupakan senator progresif.

Selama hampir dua masa jabatannya sebagai Jaksa Agung, Harris kerap mencoba melakukan perubahan di dalam pemerintahan. Ia memperoleh dukungan dari kaum progresif karena sering kali melontarkan pernyataan kritis dan sangat vokal terhadap kebijakan imigrasi Presiden Trump, termasuk mendorong keras kesepakatan dalam melindungi para imigran dari deportasi.

Harris juga menyerukan pembuatan undang-undang bantuan tunai bagi keluarga berpenghasilan rendah dan kelonggaran pajak akibat kenaikan pajak rumah, mendukung pernikahan LGBT, dan pro lingkungan hidup. Ia juga dikenal sebagai Jaksa Agung yang anti hukuman mati karena menurutnya hukuman mati di California inkonstitusional.

5. Penggemar Converse.

“Bertali dan siap menang,” ia menulis keterangan video di akun Instagramnya. Dalam video tersebut Kamala turun dari pesawat menggunakan pantsuit biru dengan sepatu kets Coverse klasik berwarna hitam bertali putih. Kamala Harris mengungkapkan bahwa ia memiliki seluruh koleksi Chuck (Converse) klasik.

Dilansir Elle, Kamis (17/9), obsesinya terhadap sepatu kets bukanlah hal yang baru. Dua tahun lalu ia mengatakan kepada The Cut punya banyak koleksi Converse. Suaminya, Douglas Emhoff, pernah mencuit, “@KamalaHarris yang saya tahu menggunakan Chucks (Converse) dan jeans.. sekarang kalian juga mengetahuinya," katanya.

6.Terkenal di lingkungan sosial San Francisco.

Harris dibesarkan oleh ibunya setelah orangtuanya bercerai, sering berpindah-pindah tempat. Namun, ia sudah terbiasa dengan kehidupan sosial di San Francisco yang merupakan pendukung Demokrat dan juga keluarga politik California.

Menurut Sharon Owsley, teman lamanya, Harris adalah sosok wanita pintar yang bisa menghidupkan suasana dan dapat bersosialisasi dengan baik.

7. Sang ibu adalah inspirasinya.

Menurut Romper, Harris sering berbicara tentang ibunya, baik saat diwawancara, pidato kampanye, atau bahkan di media sosial. Pada 13 Agustus lalu, ia mengunggah foto bersama ibunya di akun Twitter. “Ibu saya dulu selalu bilang, jangan hanya duduk dan mengeluh, lakukan sesuatu! Saya sangat berharap bahwa dia ada bersama saya minggu ini," ujarnya.

Sang ibu, Shyamala Gopalan, yang meninggal pada 2009 lalu, kelahiran Chennai, India Selatan. Ia lulus dari Universitas Delhi pada usia 19 tahun, kemudian pindah ke AS pada 1958 dan menjadi doktor di bidang nutrisi dan endokrinologi. Gopalan lalu menjadi peneliti kanker payudara dan memperoleh gelar doktor pada usia 25 tahun. (m-02)

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya19 September 2020 | 07:24:04

    Wah... 7 fakta ini bisa jadi kunci buat jadi org no 2 di AS... Peluangnya sangat terbuka.


    Semoga terpilih nantinya...

  2. Cewek Kepo @ceweKepo18 September 2020 | 21:27:22

    Dari latar belakang pintar semuaa
    Bangga baca beritanya tentang beliau😊
    Semogaa sukses dipilpres yaa mrs kamala

  3. Anak Gaul @gakasikah18 September 2020 | 18:36:41

    Keturunan orang pintar. Pasti juga pintar. TUMBANGKAN trump. 😀

Back to Top