Amerika Serikat

Satu Orang Tewas dalam Bentrok Pendukung Trump dan Gerakan BLM

publicanews - berita politik & hukumPolisi dan tim medis mengevakuasi korban penembakan dalam bentrok antara pendukung Presiden Donald Trump dan demonstran di Portland, Sabtu (29/8) malam. (Foto: AP Photo/Paula Bronstein)
PUBLICANEWS, Portland – Satu orang tewas ditembak dalam bentrok antara pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan demonstran gerakan Black Lives Matter (BLM) di Pusat Kota Portland, Sabtu (29/8) malam waktu setempat.

Menurut Reuters, aksi mengecam kekerasan rasial terhadap warga kulit hitam telah terjadi di AS sejak kematian George Floyd di tangan polisi kulit putih. Sejak itu aksi selalu terjadi setiap malam di Pusat Kota Portland dan telah berlangsung sekitar hampir tiga bulan.

"Kepolisian Portland mendengar suara tembakan senjata api kawasan Southeast 3rd Avenue dan Southwest Alder Street. Petugas segera ke lokasi dan menemukan satu orang dengan luka tembak di bagian dada," ujar Biro Kepolisian Portland, seperti dikutip Washington Post, Minggu (30/8).

Dwyane 'The Rock' Johnson Sebut Polisi AS Idap Pandemi Rasisme

Seorang pria dengan luka tembak tergeletak tak berdaya di dekat daerah lawan. Korban mengenakan topi bertuliskan 'Doa Seorang Patriot'. Tim medis sempat datang ke lokasi, namun korban keburu meninggal dunia.

Sebelum penembakan, terjadi bentrok antara pendukung Trump dan demonstran Gerakan BLM yang menyebabkan banyak korban luka dan sejumlah kendaraan rusak. Bentrok diyakini terjadi setelah demonstran Gerakan BLM memblokir jalan agar pendukung Trump tidak dapat masuk. Perkelahian antardua kelompok pun terjadi.

"Ada aksi kekerasan antardemonstran," tulis Kepolisian Portland via Twitter. "Polisi sudah mengintervensi dan melakukan sejumlah penangkapan," sumber tersebut menambahkan. (m-01)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top