Jaksa AS Tuduh Pangeran Andrew Berbohong dalam Skandal Perbudakan Seks

publicanews - berita politik & hukumPangeran Andrew dan gundik Virginia Roberts Giuffre yang saat itu belum genap 17 tahun. (Foto: Rex Featutres)
PUBLICANEWS, New York - Jaksa Geoffrey Berman dari Distrik New York Selatan, Amerika Serikat, akhirnya menuduh Pangeran Andrew (60) berbohong. Tiga kali putra Kerajaan Inggris itu menyatakan bersedia memberi kesaksian kasus pedofilia dan perdagangan seksual, namun tiga kali pula ia ingkar.

Terakhir, Maret lalu, Adipati York atau Duke of York itu melalui pengacaranya menyatakan bersedia diwawancara penyidik AS dalam kasus yang menjerat sahabatnya, mendiang miliarder Jeffrey Epstein. Namun, Jaksa Berman mengatakan janji itu bohong belaka.

"Pangeran Andrew, sekali lagi, telah berbohong di depan umum dengan mengatakan bersedia bekerja sama dalam investigasi kasus kriminal yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein, meskipun sang Pangeran belum pernah memberikan wawancara kepada otoritas federal," kata Berman, seperti dikutip The Sun, Selasa (9/6).

Andrew, menurut Berman, tengah memainkan citranya sebagai sosok yang kooperatif. Padahal sebaliknya.

Pengacara Gloria Allred, yang mewakili wanita korban perbudakan seks, mengingatkan dalam program Newsnight BBC, Pangeran Andrew tak bisa lagi menghindar. "Dia harus berhenti bermain kucing-kucingan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat," ujarnya. "Apa yang dia lakukan telah menimbulkan kerusakan emosional pada banyak korban. Itu tidak adil," ia menambahkan.

Andrew dituduh setidaknya tiga kali menerima layanan seks dari Virginia Roberts Giuffre yang saat itu masih di bawah umur. Giuffre adalah gundik kesayangan Epstein yang dikirim khusus untuk Andrew. Ia belum genap 17 tahun ketika itu dan Andrew masih 40 tahun dan baru setahun cerai dengan Sarah Ferguson.

Kejadian pertama berlangsung di apartemen Ghislaine Mayfair, London, pada 2001. Andrew membantah fotonya bersama Giuffre di apartemen tersebut dengan menyatakan sebagai hasil olahan alias photoshop.

Yang kedua di apartemen Epstein di New York. Saat itu Giuffre dibayar 300 Pounds. Giuffre masih melayani Andrew sekali lagi dalam pesta seks di pulau pribadi Epstein di Kepulauan Virgin, AS.

Semua bukti-bukti ia beberkan dalam sidang di Pengadilan Florida pada 2015 silam. Epstein sendiri ditahan di Florida pada 2008 karena bisnis prostitusi dan perdagangan seks anak di bawah umur.

Pangeran Andrew Membantah, Media Inggris Sodorkan Bukti Keaslian Foto

Sayangnya, Epstein mati gantung diri di penjara New York pada Agustus 2019. Kasus ini menjadi gelap.

Penyelidikan terhadap Andrew semakin rumit karena otoritas AS dinilai melangggar jaminan kerahasiaan keluarga kerajaan Inggris. Kedua negara memiliki perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) yang diteken pada 1994, namun tidak berarti boleh memperlakukan keluarga kerajaan sebegitu rupa.

Jaksa AS menawarkan dua opsi. Pertama, Andrew memberi keterangan sukarela yang ditandatangani, meskipun tidak di bawah sumpah. Pengambilan keterangan bisa dilakukan di Pengadilan London.

Kedua, Andrew menjawab pertanyaan Jaksa AS di Pengadilan London. Hal ini mengingat Andrew tidak memiliki kekebalan dari tuntutan hukum --hanya ibunya Ratu Elizabeth II yang punya.

Kedua opsi ditolak pengacara Andrew, mereka mengatakan Jaksa AS terlalu jauh menembus 'tembok' yang membentengi sang Pangeran.

"Mereka berjanji tidak akan membuat pernyataan publik untuk menghormati kerahasiaan," kata pernyataan pengacara sang Adipati. "Dan bahwa mereka tidak akan pernah menempatkan Pangeran Andrew sebagai 'target' penyelidikan kriminal."

Masalahnya, media-media global sudah menulis skandal ini berhalaman-halaman, sejak 2008 silam. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top