Australia

Universitas Melbourne Selidiki Dugaan Pelecehan Seks Alumnus UII

publicanews - berita politik & hukumUniversitas Melbourne, Australia, tempat Ibrahim Malik mendapat beasiswa pasca sarjana. (Foto: ABC)
PUBLICANEWS, Melbourne - Universitas Melbourne, Australia, tengah menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Ibrahim Malik, penerima Australia Awards dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Kasus ini dilaporkan oleh dua mahasiswi Indonesia yang tengah studi di kampus tersebut.

Dilansir dari laman ABC Australia, Minggu (10/5), kedua pelapor merupakan bagian dari 30 wanita korban yang telah melaporkan kasus percabulan tersebut di LBH Yogyakarta.

Juru bicara Universitas Melbourne membenarkan telah dihubungi oleh dua alumnus UII tersebut.

"Kedua alumni itu telah membuat laporan dan dijanjikan akan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh," kata jurubicara yang tak disebutkan namanya.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia yang memberikan program beasiswa belum bersedia berbicara sebelum ada hasil penyelidikan dari kampus terlapor.

30 Mahasiswi Korban Pelecehan Seks Alumnus UII Mengadu ke LBH

ABC juga memuat penyangkalan yang disampaikan Ibrahim Malik, yang dikenal di kalangan pelajar Indonesia di negeri Kanguru sebagai ustad. "Saya menghormati, bahwa universitas mengeluarkan pernyataan, dan itu hak prerogatif mereka, tetapi sampai sekarang saya masih dituduh, saya bingung mengapa saya diminta untuk meminta maaf," katanya.

Malik juga menyangkal semua kesaksian dua mahasiwi Indonesia di Melbourne tersebut. "Yah, itu perlu bukti dulu... Saya tidak tahu seperti apa kasusnya. Pendapat saya tetap sama, saya tidak bersalah sebagai tertuduh. Mereka hanya membuat beberapa tuduhan, tetapi mereka tidak memiliki bukti yang jelas, dan saya tidak diberi kesempatan untuk mengklarifikasi apa pun," kata alumnus UII Jurusan Arsitektur itu.

Dalam laporannya, kedua penyintas diperlakukan tidak senonoh. Malik disebutkan menggerayangi bagian tubuh. Peraih gelar mahasiswa berprestasi UII 2015, yang sudah dicabut gelarnya itu, tanpa segan memeluk dari belakang.

"Saya merasa dia menyerang ruang pribadi saya. Ia duduk sangat dekat dengan saya sehingga saya bisa merasakan napasnya," kata salah satu mahasiswi pelapor. Bersamaan dengan itu, katanya, tangan Malik menggerayangi bagian vitalnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top