Kapal Ikan Tiongkok Buang Jasad ABK Indonesia ke Laut

publicanews - berita politik & hukumPembuangan jasad ABK Indonesia di kapal ikan Tiongkok. (Foto: capture YouTube)
PUBLICANEWS, Seoul - Sebuah video mempertontonkan kekejian kapal penangkap ikan Tiongkok yang membuat jasad anak buah kapal (ABK) Indonesia ke tengah laut.

Youtuber Jang Hansol asal Korea Selatan di kanal Youtube Korea Reomit menceritakan ulang insiden mengenaskan itu pada Rabu (6/5).

"Video yang akan kita lihat habis ini adalah kenyataan pelanggaran HAM orang Indonesia yang bekerja di kapal China (Tiongkok)," ujar Hansol mengutip keterangan penyiar stasiun MBC.

Video bertanggal 30 Maret itu terjadi di Samudera Pasifik bagian barat. Diceritakan ada sebuah kotak dibungkus kain merah. Kotak itu ditempatkan di geladak kapal.

Hansol mengatakan jasad dalam peti itu adalah ABK Ari, pria 24 tahun asal Indonesia. Ari sudah bekerja lebih dari satu tahun. Tampak seorang kru mengguncang dupa dan menaburkan cairan sebagai bagian prosesi pemakaman.

"Apa kalian (ada yang ingin disampaikan) lagi? Tidak? Tidak?" tanya seorang kru kepada orang yang berada di bagian atas kapal.

Jenazah kemudian dibuang ke tengah laut. "Dan Mas Ari menghilang di tempat yang kita tidak tahu kedalamannya," ujar Hansol menirukan pembawa acara TV Korsel itu.

Disebutkan, sebelum Ari, kejadian serupa juga dialami Al Fatah (19) dan Sepri (24). Keduanya WNI yang meninggal karena sakit dan mendapat perlakusn serupa.

Video juga memperlihatkan surat pernyataan warna oranye yang ditandatangani oleh para ABK. Isinya menyebutkan jika sampai terjadi musibah dan meninggal maka jenazahnya akan dikremasi di pelabuhan terdekat. Abunya akan dikirim ke Indonesia.

Di surat juga dicantumkan para ABK diasuranksikan sebesar 10 ribu dollar AS, sekitar Rp 150 juta, yang akan diserahkan kepada ahli waris.

Hansol juga menyebutkan bahwa ABK diperbudak dengan 18 jam kerja, bahkan ada yang 30 jam berdiri. Kemudian istirahat 6 jam. Para ABK juga hanya diberi minum air laut dan bergaji Rp 1,7 juta.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha membenarkan adanya tiga ABK asal Indonesia meninggal. Peristiwa terjadi antara Desember 2019 dan Maret 2020.

Mereka merupakan ABK kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604. Pelarungan jenazah telah disepakati seluruh kru kapal karena korban menderita penyakit menular. Judha mengatakan pemerintah akan segera memanggil Duta Besar RRT untuk Indonesia.
(feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top