Indonesia

Mengejutkan, Pasar Satwa Pembawa Corona Masih Bebas Buka

publicanews - berita politik & hukumPasar tradisional di Tomohon, Sulawesi Utara, yang menjual daging kelelawar, anjing, ular, dan kucing masih buka di tengah wabah Covid-19. (Foto: Rex Features)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mengejutkan, di tengah keprihatinan Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, pasar penjual satwa liar di Tomohon, Sulawesi Utara, masih bebas buka. Pasar tradisional tersebut nmemperdagangkan daging anjing, kucing, ular, dan kelelawar.

Memang belum ada penelitian ilmiah hubungan antara daging satwa liar itu dengan virus Corona. Namun laman The Sun menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang membiarkan pasar tetap buka. Menurut media asal Inggris tersebut, seolah pemerintah setempat mengabaikan seruan global.

Pasar satwa liar Tomohon memang sedang booming, bahkan banyak wisatawan berkunjung ke sana karena penasaran.

Pedagang kelelawar Stenly Timbuleng mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia tidak mempengaruhi omzetnya. "Penjualan terus berlanjut, bahkan dagangan saya ludas," katanya, seperti dikutip The Sun pada Minggu (26/4) malam.

Timbuleng bisa menjual hingga 50-60 ekor kelelawar dalam sehari dengan harga Rp 600 ribu. Ia mengaku pelanggannya terus berdatangan meski ada wabah Corona.

Penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 berasal dari pasar tradisional yang memperdagangkan kelelawar di Wuhan, Tiongkok. Di Minahasa, kelelawar secara tradisional dikonsumsi masyarakat, misalnya Paniki, yaitu kelelawar utuh yang disayur kari.

Ahli kuliner dan penulis buku masakaan Indonesia William Wongso mengatakan, kelelawar adalah protein hewani favorit masyarakat Sulut. "Bagian favorit saya adalah sayap," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tomohon Ruddy Lengkong telah mendesak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging hewan yang diduga membawa penyakit itu.

Profesor R Wasito dari Departemen Patologi Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengatakan pasar seperti ini adalah tempat berkembang biak virus tersebut.

"Pasar ekstrim Tomohon dan pasar lain yang menjual satwa liar di Indonesia berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya virus corona," katanya.

Selain Indonesia, Tiongkok dan Vietnam juga membiarkan perdagangan satwa liar berlanjut di tengah Corona. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top