Korea Utara

Kim Jong-un Masih Misteri, Adik Perempuannya Digadang-gadang Jadi Pengganti

publicanews - berita politik & hukumPemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan adik perempuannya Kim Yo-jung yang disebut-sebut calon penggantinya. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Pyongyang - Amerika Serikat dan Tiongkok tengah berlomba mencari kebenaran atas kabar kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (36). Namun perhatian sebagian publik Korut teralih pada Kim Yo-jung, adik perempuan sang tiran.

Yo-jung (32) dianggap sebagai tokoh paling penting dalam rezim Jong-un setelah akhir pekan lalu ia diangkat kembali sebagai pemimpin Politbiro. Menurut Korean Central News Agency, Yo-jung adalah otak pemolesan citra sang kakak di dunia internasional.

Peneliti dari Institut Studi Korut Universitas Yonsei, Youngshik Bong, mengatakan bahwa Jong-un menaruh kepercayaan besar kepada lulusan Universitas Militer Kim Il Sung itu.

"Dia siap membiarkan sang adik menjadi alter egonya," kata Bong, Minggu (26/4).

Yo-jung juga disebut-sebut sebagai otak perundingan diplomatik Pyongyang dengan Seoul dan Washington. Leonid Petrov, pakar Korut dari International College of Management Sydney, Australia, mengatakan Yo-jung sengaja jarang ditampilkan di muka umum.

"Tetapi dia memiliki akses langsung dan pengaruh kuat pada Kim Jong-un," ujar Petrov. "Dia tokoh politik terpercaya yang tahu semua upaya kakaknya dalam membersihkan militer," ia menambahkan.

Yo-jung dan Jong-un pernah bersama tinggal di Swiss pada 1996-2000. Lalu pulang ke Pyongyang dan keduanya kuliah di Universitas Kim Il Sung. Yo-jung turut memainkan peran penting atas tampilnya Jong-un sebagai pemimpin Korut menggantikan ayah mereka Kim Jong-il yang meninggal pada akhir 2011 silam.

"Dia salah satu pemangku kepentingan utama dalam kelangsungan rezim kakaknya," Petrov menjelaskan.

Apa sesungguh yang terjadi dengan sang tiran Kim Jong-un?

Terlalu banyak spekulasi. Ada yang mengatakan pria tambun yang doyan makan itu mengalami kematian vegetatif pasca menjalani operasi jantung yang gagal dua pekan lalu. Kematian vegetatif biasanya ditandai secara fisik tidak aktif alias koma.

Kabar terbaru menyatakan Jong-un terkena Covid-19. Sumber pejabat Tiongkok mengatakan, Jong-un bergegas meninggalkan Pyongyang untuk mengisolasi diri di rumah peristirahatannya di Wonsan setelah seorang penasihatnya terkena Corona.

Gambar satelit yang dilansir Korut memperlihatkan kereta lapis baja yang biasa membawa Jong-un terparkir di dekat resor tersebut pekan ini.

Para pejabat Korea Selatan tidak melihat ada kegiatan mencolok dari tetangganya itu, yang menandakan tidak ada situasi genting. Presiden AS Donald Trump tak percaya cerita kesehatan diktator muda tersebut memburuk.

"Saya pikir laporan itu tidak benar," katanya kepada media-media internasional di Washington, AS, Sabtu (25/4) malam.

Banyak spekulasi atas ketidakmunculan Jong-un sejak menghadiri pertemuan Partai Buruh pada 11 April. Berita mingguan Jepang Shukan Gendai menulis Jong-un terlihat memegangi dadanya, lalu pingsan saat mengujungi pedesaan di luar Pyongyang.

Jurnalis RRT Shijian Xingzou menulis di akun media sosial Weibo, bahwa Jong-un telah meninggal. Ia mengutip 'sumber yang sangat kuat'. Xingzou memiliki 15 juta pengikut di Weibo dan keponakan Menteri Luar Negeri RRT.

Korut sendiri tidak memberikan indikasi apapun atas rumor-rumor tersebut. Kini malah muncul kabar soal Yo-jung, yang digadang-gadang akan menggantikan sang kakak di negeri yang dibangun oleh kakek mereka Kim Il-sung itu.

Benarkah? Di negara komunis itu berlaku 'hukum' perempuan tidak layak memimpin negara. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top