Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ditutup Selama Ramadhan

publicanews - berita politik & hukumKa'bah di Masjidil Haram, Mekkah, dibersihkan untuk menghindari penyebaran wabah virus corona. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi memperpanjang penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kedua masjid suci itu telah ditutup sejak 20 Maret lalu karena wabah pandemi Covid-19.

Presiden Jenderal Dua Masjid Suci Sheikh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais mengumumkan perpanjangan penutupan itu, seperti dikutip dari Arab News, Senin (20/4).

"Ibadah shalat 5 waktu, tarawih, dan i'tikaf tidak diselenggarakan," kata Sudais. Namun, adzan akan tetap dikumandangkan dari kedua masjid.

Ketua Dewan Ulama Senior dan Ketua Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Alu Sheikh mengatakan masyarakat diimbau untuk menjalankan ritual ibadah Ramadhan dari rumah.

"Jika tidak memungkinkan melakukan tarawih di masjid tahun ini, umat Islam harus melakukannya di rumah untuk mendapat pahala pada malam Ramadhan," ujar Mufti besar Arab Saudi tersebut.

Alu Sheikh menjelaskan, Nabi Muhammad pernah melakukan shalat di rumah. Tarawih merupakan sunnah bukan wajib.

Ia menambahkan, shalat Ied juga harus dilakukan di rumah jika kondisi wabah corona masih melanda. Tak perlu ada khutbah menyusul salat Ied tersebut.

Hingga saat ini, di Arab Saudi terdapat 10.484 kasus positif virus corona. Tercatat 103 meninggal dan 1.490 dinyatakan sembuh. Penderita Covid-19 sebagaian besar tinggal di Mekkah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top