Mesir

KBRI Bantu Sembako dan Alkes untuk Mahasiswa Indonesia

publicanews - berita politik & hukumDubes RI untuk Mesir Helmy Fauzy memberikan bantuan sembako dan alat kesehatan kepada mahasiswa di Kantor KBRI, Kairo, Rabu (8/4). (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Mesir bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang mengalami dampak ekonomi akibat wabah COVID-19. Dari sekitar 7.586 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar dan universitas lainnya di Kairo, terdapat sekitar 1.424 orang yang masuk kategori membutuhkan bantuan.

Sebagai tindaklanjut pendataan, pada Rabu (8/4), Dubes Helmy Fauzy secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada Ketua PPMI Arief Mughni di KBRI.

“Bantuan ini merupakan tahap pertama khususnya untuk 210 mahasiswa yang mendapatkan prioritas untuk dibantu, termasuk 25 mahasiswa yang telah berkeluarga,” kata Dubes Helmy Fauzy dalam rilis yang diterima Publicanews pada Kamis (9/4).

Paket sembako tersebut terdiri dari 5 kg beras, 3 kaleng tuna, mie instan, minyak goreng, dan gula. KBRI masih akan menyalurkan bantuan hingga mencakup seluruh mahasiswa yang membutuhkan.

“Pemberian bantuan paket sembako rencananya dilakukan beberapa kali hingga situasi dianggap normal kembali,” Helmy menambahkan.

Selain bantuan sembako, Dubes RI juga memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk digunakan PPMI ketika berinteraksi atau memberi bantuan jika ada mahasiswa Indonesia yang berstatus suspect atau pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP.)

Sebelumnya, pada 24 Maret 2020, KBRI juga telah memberikan sekitar 7 ribu masker, obat-obatan, dan vitamin. Rangkaian kegiatan pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah KBRI, selain pembentukan Satgas COVID-19, dalam upaya perlindungan WNI di Mesir.

Kasus COVID-19 pertama di Mesir ditemukan pada 14 Februari 2020. Dalam waktu hampir dua bulan, total kasus wabah virus Corona di Mesir telah mencapai lebih dari 1.500 kasus.

Kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 telah diterapkan oleh Pemerintah Mesir, yaitu antara lain pemberlakuan jam malam (curfew), penghentian penerbangan komersil internasional, dan meliburkan sekolah, termasuk Universitas Al Azhar.

Imbas wabah COVID-19, antara lain, mengakibatkan banyak usaha bisnis sampingan mahasiswa Indonesia terhenti. Selain itu, banyak keluarga mahasiswa di Indonesia juga mengalami kesulitan ekonomi sehingga mempengaruhi kiriman biaya bagi putra-putri mereka yang tengah menuntut ilmu di Mesir. Faktor-faktor tersebut memicu kesulitan ekonomi yang dialami sebagian mahasiswa Indonesia. (*/oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top