Arab Saudi

Mekkah dan Madinah Lockdown Sejak Kamis

publicanews - berita politik & hukumSuasan Mekkah pasca penutuoan wilayah. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Saudi - Kota suci Mekkah dan Madinah di Arab Saudi diberlakukan karantina wilayah atau lockdown sejak Kamis (2/4) kemarin. Penutupan itu menyusul penyebaran kasus Covid-19 yang telah merenggut 16 nyawa dan setidakmya 17 ribu ditengarai positif terinfeksi virus Corona.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut dalam kebijakan ini terdapat beberapa pengecualian, antara lain bagi pekerja di sektor penting dan warga yang membeli makanan serta mengakses layanan kesehatan.

Pemerintah Arab Saudi telah mengambil langkah yang drastis dalam menghambat penyebaran wabah corona. Beberapa langkah dilakukan seperti menutup seluruh penerbangan bahkan meniadakan kegiatan ibadah umrah, termasuk salat di masjid.

Karantina ini disertai pembatasan pergerakan warga di kota Mekah dan Madinah dengan memberlakukan jam malam dari pukul 15.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Sebelumnya, pertemuan larut malam di kedai kopi atau di rumah adalah hal biasa, tetapi sekarang tidak bisa dilakukan.

"Corona telah mengubah kebiasaan kita dan segalanya dalam hidup kita," kata Erisik seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/4).

Lockdown diumumkan pada Rabu (25/3) dan telah disetujui oleh Raja Salman. Selain kedua kota suci bagi kaum Muslim itu, penguncian kota juga diberlakukan di Riyadh. Sebelumnya di provinsi Qatif yang menjadi awal terdeteksi kasus corona dari warga yang pulang dari Iran.

Raja Salman menyatakan Arab Saudi akan menghadapi 'pertarungan lebih sulit'. Selain wabah corona, juga dihantam rontoknya harga minyak.

Negara 'petrodollar' itu akan mengucurkan paket stimulasi sebesar 120 miliar riyal atau setara Rp 526,8 triliun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM04 April 2020 | 09:07:05

    Dari pada nantinya korban berjatuhan, langkah preventif yg bijak ...👍

Back to Top