Korea Selatan

Bercanda Terjangkit Corona, Bintang K-Pop Bisa Dihukum 5 Tahun

publicanews - berita politik & hukumBintang K-Pop Kim Jaejoong. (Foto: soompi.com)
PUBLICANEWS, Seoul - Bisakah bintang K-Pop Kim Jaejoong (34) dihukum karena bercanda terjangkit Corona? Isu ini menjadi perbincangan publik Korea Selatan sejak kemarin, menyusul unggahan akun Instagram @jj_1986_jj.

Jaejoong berseloroh ia terkena Covid-19. Namun setelah banyak penggemar menanyakan hal itu, ia menghapus unggahannya dan meminta maaf. Ia menampik sedang membuat 'April Mop' atau 'April Fool' alias seloroh di bulan April.

"Saya akui telah ceroboh dengan menyatakan terinfeksi Covid-19," kata Jaejoong, dalam instagram dengan 1,9 juta pengikut itu. "Saya telah mengabaikan kebijakan pemerintah," penyanyi dan aktor film itu menambahkan.

Bercanda atau tidak, rakyat Korsel tetap menilai Jaejoong tidak pantas dan tidak sensitif terhadap situasi saat ini. Apalagi ia seorang pesohor dengan jutaan penggemar, seorang influencer yang bisa mempengaruhi massa.

Warganet setempat kemudian mengusung petisi di laman website Istana Kepresidenan Blue House dengan tagar #Silakan Hukum Selebritas Kim Atas Lelucon April-nya.

Menurut undang-undang darurat bencana Korsel, seseorang yang berbohong atau membuat kabar palsu terhadap pegawai atau lembaga pemerintah terancam hukuman maksimum 5 tahun penjara atau denda 10 juta Won, sekitar Rp 136 juta. Ia bisa dikenakan pasal menghalangi kinerja atau mencurangi petugas.

Jaejoong kemarin buru-buru menemui perwakilan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) untuk klarifikasi. KCDC merupakan satuan tugas penanganan Covid-19.

"Kami saat ini sedang menyelidiki kasus Kim Jaejoong," kata Koordinator KCDC Kim Kang Rip, seperti dikutip soompi.com, laman selebritas Korsel, Kamis (2/4) pagi. "Ini menyangkut penyebaran informasi palsu, kami mendiskusikan hukuman yang tepat untuknya," ia menambahkan.

Menurut Kang Rip, mantan personel boyband TVXQ dan JYJ itu bisa dikenakan pasal menghasut, meskipun ia tidak memprovokasi pengikutnya. Namun kebohongannya berpotensi membuat kekacauan.

Ia mengingatkan bahwa April Mop bukan budaya Korsel, melainkan dari Barat. Seloroh yang tidak perlu, ia menegaskan, menjadi sangat serius di tengah usaha Korsel memerangi pandemi Covid-19. "Masyarakat kita sedang tidak berada pada situasi di mana kita dapat menerima informasi palsu," Kang Rip menegaskan.

Menurut data statista.com, per 1 April 2020 terdapat 9.887 kasus positif Covid-19 di Korsel dan 165 orang meninggal. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top