Pasien Corona AS Tertinggi di Dunia, Donald Trump Tolak Lockdown

publicanews - berita politik & hukumPresiden Donald Trump dalam suatu jumpa pers akhir Februari lalu di Gedung Putih, Washington DC. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Washington - Kasus positif corona di Amerika Serikat (AS) tertinggi di dunia. Namun, Presiden Donald Trump tidak akan lockdown seluruh wilayah, bahkan ia percaya pandemi Covid-19 segera berlalu.

Ia menilai kebijakan lockdown berlebihan. Trump berkeyakinan
krisis akibat virus corona akan berakhir sebelum Paskah yang jatuh pada 12 April mendatang.

"Saya dengan senang hati membuka negara ini dan bersiap untuk Paskah," kata Trump seperti dilansir AFP pada Kamis (26/3).

Menurut Trump, negaranya tiap tahun dihantui wabah flu dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Ia menyebut ancaman itu tidak membuat AS lockdown.

"Kita kehilangan ribuan dan ribuan orang setiap tahun karena flu. Kita tidak menutup negara ini. Kau bisa menghancurkan negara dengan menutupnya," kata Trump.

Presiden dari Partai Republik itu kemudian menganalogikan bangsa Indonesia banyak kita kehilangan lebih banyak orang lagi dalam kecelakaan mobil.

"Kita tidak mengatakan kepada perusahaan mobil 'berhenti membuat mobil," ujarnya.

Hingga Kamis kemarin, jumlah kasus positif corona di AS mencapai 81.321 pasien. Data dari Johns Hopkins University bahkan menunjukkan corona telah menginfeksi 82.404 orang.

Angka itu melampui Tiongkok yang tercatat 81.285 kasus dan Italia sebanyak 80.539 pasien. Jumlah kematian di negara berpenduduk 327 juta jiwa itu sebanyak 1.178 orang, sebagian besar di New York. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top