Iran Janjikan Hadiah Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

publicanews - berita politik & hukumAksi warga AS menolak perang dengan Iran, di luar Gedung Putih, Sabtu (4/1). (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Teheran - Iran dalam puncak dendam terhadap Amerika Serikat menyusul serangan yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran Jenderal Qassem Soleimani. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khoamenei dan Presiden Hassan Rouhani bersumpah akan melakukan balas dendam.

Dalam prosesi pemakaman Soleimani , seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (5/1), disebutkan Iran berpenduduk 80 juta jiwa. "Kami ingin mengumpulkan 80 juta dolar AS, yang merupakan hadiah bagi mereka yang mendekati kepala Presiden Trump," bunyi sayembara usai pemakamanan itu.

Bila benar uang bisa terkumpul dari 80 juta warga maka nilai 80 juta dolar AS itu setara dengan Rp 1,1 triliun.

Pasukan AS melakukan serangan rudal tepat mengenai konvoi kendaraan yang ditumpangi Soleimani di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Tubuh sang jenderal luluh lantak hanya ditemukan bagian tangan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan tak segan kembali menyerang jika ada serangan terhadap warga Amerika atau aset Amerika.

"Kami telah menargetkan 52 situs Iran (mewakili 52 sandera Amerika oleh Iran beberapa tahun lalu), beberapa (situs) di tingkat yang sangat tinggi dan penting bagi Iran dan budaya Iran," cuit Trump akhir pekan lalu.

Sementara di Iran seruan untuk kembali menyerang Amerika menggema. Bendera merah telah dikibarkan di Masjid Jamkaran di Qom, Iran.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah menyebut Soleimani sebagai syahid poros perlawanan sehingga balas dendam para syuhada adalah tugas semua mujahidin di seluruh dunia.

Di Amerika, ratusan warga melakukan aksi mengecam serangan yang menewaskan komandan militer Iran Soleimani karena dikhawatirkan akan memicu perang baru di Timur Tengah.

“Kami tidak akan membiarkan negara kami di bawa ke dalam perang yang sembrono lainnya,” kata salah satu orator dalam aksi massa di luar Gedung Putih, akhir pekan lalu.

Aksi protes ini diselenggarakan oleh koalisi anti perang yang berbasis di AS yakni Codepink dan Act Now to Stop War and End Racism.

Seiring dengan aksi massa, pasukan Amerika telah bergerak dari Fort Bargg, North Carolina. Pasukan AS akan ditempatkan di Kuwait. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top