Serangan Fajar Militer Filipina Selamatkan 2 WNI

publicanews - berita politik & hukumDua WNI berhasil diselamatkan dari penyanderaan Abu Sayyaf di Panamao, Filipina, Minggu (22/12). (Foto: AP)
PUBLICANEWS, Manila - Operasi serangan fajar militer Filipina berhasil memukul mundur kelompok teroris Abu Sayyaf. Dalam serangan pada Minggu (24/12) pukul 4.43 waktu setempat, dua WNI berhasil kabur dan diselematkan tentara Filipina.

Komandan Pasukan Bersenjata Filipina di Mindanao Barat Letjen Cirilito Sobejana mengatakan marinir menyerang pasukan Abu Sayyaf di Panamao, Provinsi Sulu, Filipina.

"Pertempuran berlangsung dua kali, sebelum kelompok bandit Abu Sayyaf kabur ke hutan," kata Cirilito seperti dikutip dari Manila Bulletin, Senin (23/12).

Kontak senjata pertama terjadi selama 25 menit berhasil memukul mundur kelompok Abu Sayyaf. Pengejaran pasukan ke hutan menimbulkan baku tembak kedua sekitar pukul 6.27 pagi, waktu setempat. Baku tembak itu, menewaskan dua orang yaitu tentara dan militan Islam tersebut.

Dua pelaut Indonesia SM dan ML berhasil melarikan diri dan diselamatkan marinir Filipina. Namun, seorang lainnya MF masih disandera kelompok Abu Sayyaf Group (ASG).

Penyerbuan militer kemarin itu persis sebulan setelah seorang pria Inggris dan istrinya dibebaskan oleh pasukan Filipina dalam sebuah serangan militer.

Namun, serangan pada Mei lalu gagal menyelamatkan pengamat burung asal Belanda Ewold Horn. Ia dibunuh saat kabur di tengah serbuan militer di sarang gerombolan kelompok yang masuk daftar teroris ini.

Bagian Penerangan Humas dan Media KBRI Manila Agus Buada mengatakan Duta Besar RI untuk Filipina Sinyo Harry sudah berada di wilayah Filipina selatan itu.

Saat ini, SM dan ML sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan segera direpatriasi ke Indonesia. Sedangan militer Filipina menjanjikan akan terus memburu para militan ASG, diharapkan MF segera bisa diselamatkan.

Tiga WNI yang berprofesi pelaut disandera sejak 24 September 2019 lalu. Penyandera melalui ketiga sandera sempat mengirimkan pesan agar Presiden Joko Widodo membebaskan dengan uang tebusan Rp 8 miliar.

Selama ini, SAG berulang melakukan penculikan dan penyanderaan dengan modus meminta uang tebusan. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top