Inggris

Bukan Hanya Pedofilia, Pangeran Andrew Juga Dituduh Lecehkan Courtney Love

publicanews - berita politik & hukumAktris dan penyanyi Courtney Love bersama suaminya Kurt Cobain, pentolan Nirvana, semasa hidup. (Foto: Getty Images)
PUBLICANEWS, London - Media-media Inggris masih penasaran bagaimana Pangeran Andrew (59) bisa terlibat hubungan seksual dengan anak di bawah umur (pedofilia). Mereka membongkar dokumen Pengadilan New York setebal 2 ribu halaman yang diajukan oleh salah satu korbannya di masa lalu, Virginia Roberts.

Adipati York atau Duke of York saat ini di bawah pengawasan ketat pengadilan lantaran diduga terlibat perbudakan seks bersama sahabatnya miliarder jasa keuangan Amerika Serikat Jeffery Epstein. Sang 'miliarder pedofil' itu mati gantung diri di dalam penjara New York, Amerika Serikat, Agustus 2019.

Apa sesungguhnya tuduhan pengadilan terhadap adik Pangeran Charles tersebut?

Menurut dokumen pengadilan, Andrew Albert Christian Edward, begitulah nama lengkap anak ketiga pasangan Ratu Inggris Elizabeth-Pangeran Philip itu, dituduh melakukan hubungan seks terlarang.

Virginia Roberts, korban yang kini berganti nama Virginia Giuffre (35) dan tinggal di Australia, melaporkan ia dipaksa tidur dengan Andrew tiga kali. Hubungan badan pertama terjadi saat ia berumur 17 tahun di toilet apartemen mewah di London, Inggris. Dua lainnya berlangsung di New York setahun kemudian dan di pulau pribadi Epstein di Kepualauan Virgin.

Pangeran Andrew Membantah, Media Inggris Sodorkan Bukti Keaslian Foto

Ada foto saat Virginia dikirim ke apartemen Epstein di London untuk melayani Andrew pertama kali pada 2001. Pengirimnya adalah Ghislaine Maxwell, pacar Epstein.

Menurut catatan pengadilan, Andrew kenal dengan bankir flamboyan itu pada 1999. Keduanya kemudian melakukan pesta pribadi di Virgin. Andrew lalu membalasnya dengan mengundang makan malam yang diselenggarakan oleh Ratu Elizabeth di Windsor Castle.

Pangeran Andrew tercatat beberapa kali ikut pesta yang digelar pasangan Epstein-Maxwell, antara lain dengan event organizer muncikari kelas atas AS Heidi Klum.

Penyelidik swasta Mike Fisten menyatakan Epstein punya 13 nomor kontak Andrew. "Misalnya, nomor telepon di Wood Farm, Sunninghill Wood Farm, Istana, dan nomor rumah Pangeran Andrew," katanya, seperti dikutip The Sun, Senin (18/11).

Halaman selanjutnya


  • Courtney Love: Dia Mencari Seks dan Sangat Genit

    +

    Dokumen pengadilan menyebutkan Virginia pertama kali melayani Andrew bersama Maxwell di bak kamar mandi. "Itu pesta seks di London," ujarnya. "Pangeran sangat tahu apa yang ia lakukan," Virginia menambahkan.

    Ternyata, selain dengan Virginia, Andrew juga pernah melakukan pelecehan seksual terhadap Johanna Sjoberg. Peristiwanya terjadi di apartemen Epstein di Manhattan pada 2001.

    "Saya ingat seseorang menyarankan kami foto bersama, Andrew dan Virginia duduk di sofa, aku di pangkuan Pangeran Inggris. Tangannya meraba-raba pahaku," kata Sjoberg.

    Korban Andrew lainnya adalah aktris dan penyanyi Courtney Love. Mantan istri Kurt Cobain, pentolan Nirvana, itu juga dikenalkan kepada Andrew lewat germo Epstein.

    Pangeran Andrew Diselidiki FBI dalam Kasus Perbudakan Seks

    Pangeran datang ke apartemen Epstein pukul 1 pagi. Courtney menyebut Andrew sebagai pria 'sangat genit'. "Putra kedua Ratu Inggris itu memencet bel kamar saya, ia disertai seorang pengawal. Dia bilang ingin menghabiskan malam dengan bersenang-senang di Hollywood," Courtney, yang saat itu berumur 27 tahun, bercerita.

    Tapi Courtney tak menanggapi ajakan Andrew, ia hanya bersedia membuatkannya teh. “Dia sepertinya mencari seks dan cukup genit. Dia sangat ofensif," ujar peraih Golden Globe 1996 lewat film The People vs Larry Flynt itu.

    Pangeran Andrew menyangkal keras semua tuduhan yang ada dalam dokumen yang disimpan pengadilan sejak 2015 tersebut. Begitu pula Istana Buckingham.

    Pengadilan New York membuka kasus ini setelah Epstein bunuh diri. Hakim beralasan, bantahan Istana 'tidak material' dan menilai Pangeran telah bertindak 'kurang ajar'. (oca)


Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top