Buron Veronica Koman Dianugerahi Penghargaan HAM di Australia

publicanews - berita politik & hukumVeronica Koman. (Foto; istimewa)
PUBLICANEWS, Sydney - Buron Polri aktivis hak asasi manusia Veronica Koman mendapat Penghargaan HAM Sir Ronald Wilson oleh Dewan Australia untuk Pembangunan Internasional (ACFID).

Anugerah diberikan dalam konferensi tahunan pada Rabu (23/10) malam di Sydney, Australia. Koman yang didaftarkan Polri sebagai buron Interpol itu dianggap berjasa mengungkap pelanggaran HAM di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Saya mempersembahkan penghargaan ini kepada para korban penumpasan yang terjadi sejak akhir Agustus di Papua Barat," kata Koman dalam sambutannya.

Ia menyebutkan ada belasan orang tewas di tangan pasukan keamanan, dan 22 tahanan politik dituduh melakukan pengkhianatan.

Veronica berharap Australia lebih memperhatikan HAM yang dialami warga Papua Barat dan penolakan selama puluhan tahun atas hak dasar mereka untuk menentukan nasib sendiri.

CEO ACFID Marc Purcell menyatakan Koman atas biaya pribadi telah memperjuangkan HAM meski mengalami ancaman dan intimidasi.

"Penghargaan ini mewakili kekuatan dan keberanian semua orang yang membela hak asasi orang Papua Barat, yang tidak akan dibungkam," kata Purcell.

Purcell sependapat dengan Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) yang melindungi hak-hak semua orang untuk melakukan aksi damai, juga seruan OHCHR sebelumnya atas penyelidikan yang cepat dan tidak memihak terhadap pengerahan pasukan yang berlebihan di Papua Barat.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah menjadikan Veronica sebagai tersangka penyebaran hoaks dan provokasi sehingga menimbulkan kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Selain meminta interpol mencari keberadaan Veronica, Polri juga memintan ia diekstadisi ke Indonesia. Wanita Indonesia yang menikah dengan WN Australia itu terancam hukuman 6 tahun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top