Malaysia

WN India Pemerkosa TKI Divonis 13 Tahun dan 7 Cambukan

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Kuala Lumpur - Warga Negara India Balu Narayanan (36) dihukum 13 tahun penjara dan cambuk tujuh kali karena terbukti memperkosa wanita Indonesia. Hakim Pengadilan Kuala Lumpur mengatakan, vonis berat ini untuk mengirim pesan kepada para pekerja migran bahwa Malaysia tidak menoleransi kejahatan seksual terhadap perempuan.

"Sebuah hukuman yang pantas harus dijatuhkan untuk mengirim pesan, silakan datang ke Malaysia. Tapi jangan sesukanya melakukan apa yang biasa mereka lakukan di negaranya," kata hakim Noradura Hamzah dalam vonis sidang hari ini, Jumat (13/9), seperti dikutip media-media setempat.

Noradura agaknya merujuk pada negara asal terdakwa, India, dimana banyak kasus pemerkosaan sering disembunyikan di bawah bantal.

Balu didakwa terbukti melanggar Pasal 376 (1) KUHP Malaysia dengan ancaman hukuman maksimal adalah 20 tahun. Hakim Noradura mengatakan, pengadilan mempertimbangkan keseriusan aksi pelaku dan dampaknya terhadap korban serta masyarakat luas.

Menurut Jaksa Penuntut Nur Farah Adilah Noordin, Balu memperkosa petugas kebersihan asal Indonesia itu pada 16 Desember 2018 di rumahnya di Jalan Sri Sentosa, Brickfields. Korbannya hanya diidentifikasi sebagai wanita 43 tahun.

Sidang perdana kasus ini digelar pada 14 Agustus 2019 dengan menghadirkan 10 saksi. Pengacara terdakwa, Razman Sahat, meminta hukuman ringan dengan alasan kliennya warga negara asing. Penjara yang lama hanya akan membebani pembayar pajak Malaysia.

"Hukuman penjara minimum akan memungkinkan deportasi yang lebih cepat ke India," kata Razman.

Jaksa Nur Farah tak sependapat. Hukuman berat perlu dijatuhkan pada terdakwa mengingat korban mengalami trauma seumur hidup. Hukuman juga demi menjaga citra Malaysia di mata masyarakat global.

"Saya meminta hukuman yang adil dengan mempertimbangkan keseriusan kejahatan," ujar Nur Farah. "Korban pergi ke rumah terdakwa untuk beres-beres, namun terdakwa malah memperkosanya," ia menambahkan. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top