Dibawah UU Baru, Kazakhstan Kebiri 11 Pedofil dalam Sehari

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Astana - Sebanyak 11 pedofil atau pemerkosa anak di bawah umur disuntik kebiri menyusul berlakunya undang-undang baru Kazakhstan yang makin keras, kemarin. Jika sebelumnya suntik obat anti-androgen itu dilakukan sekeluar penjara, dengan hukum baru tersebut terpidana dikastrasi saat masih di balik jeruji besi.

Pengebirian berlangsung di dua kota di negara Asia Tengah tersebut, yakni Pavlodar dan Akmola. "Ada dua predator anak yang dikebiri berdasarkan putusan Pengadilan Shymkent, yang daftarnya dibuat oleh Komite Sistem Pidana Kazakhstan," laman Interfax Kazakhstan menulis, Rabu (11/6).

Daftar tersebut bersifat rahasia, hanya nama Yerkinbek Alimbekov (41) yang sempat muncul di media-media setempat. Ia menjadi orang pertama yang dibuat loyo alias dihilangkan paksa nafsu seksualnya dengan suntikan kimia itu.

Hakim Pengadilan Shymkent juga menghukum Alimbekov dengan 15 tahun penjara karena terbukti melakukan percobaan pemerkosaan terhadap dua bocah perempuan berusia 9 dan 12 tahun.

Memang belum terjadi pemerkosaan, namun Alimbekov adalah residivis bebas bersyarat setelah dihukum 10 tahun lantaran memperkosa dua remaja pada 2003 silam. Hakim Abinur Karabayev mengatakan, terdakwa mengiming-imingi anak 9 tahun dengan anjing lucu agar ia mau masuk ke pekarangan sebuah rumah kosong.

Saat itulah Alimbekov 'menerkamnya', tapi sang bocah meronta sehingga didengar warga. Alimbekov yang sempat menikah dan punya anak sekeluar penjara, kemudian lari dan menyandera bocah perempuan lainnya. Lalu hendak memperkosanya.

Lagi-lagi ia kepergok warga, yang kemudian menyeretnya ke kantor polisi. "Ia sempat melepaskan pakaian bocah perempuan tersebut di sebuah semak sebelum tertangkap seorang mahasiswa," ujar Hakim Karabayev.

Kazakhstan menumpuk stok Cyproterone, anti-androgen steroid, yang sebetulnya merupakan obat untuk melawan kanker. Menurut laporan dokter Komite Pidana, obat tersebut juga bisa membunuh sel testoteron.

"Ini menyebabkan penurunan libido dan aktivitas seksual," kata ahli urologi Dr Mirzakhmet Zhanadilov kepada Kantor Berita Ukrinform. "Takarannya berbeda untuk setiap orang," ia menambahkan.

Namun obat itu juga menimbulkan efek samping. Menurut psikolog Gulnara Aytnzhanova, kebiri kimia menyebabkan sang pedofil gampang marah dan melakukan kekerasan. "Akan ada banyak kebencian, kebencian pada masyarakat, kebencian pada orang lain," ujarnya.

Dalam beleid baru tersebut, hukum kebiri tidak berlaku bagi terpidana berusia di bawah 18 tahun dan di atas 65 tahun.

Selain Kazakhstan, injeksi kimia untuk kebiri juga diterapkan di Ukraina, sesama bekas pecahan Uni Sovyet. Negara lainnya adalah Alabama dan Afrika Selatan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top