Mesir

Agri Expo Indonesia di Kairo Hasilkan Potensi Transaksi 5 Juta Dolar AS

publicanews - berita politik & hukumDubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy membuka Agri Expo Indonesia di Kairo, Senin (9/9). (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Mesir merupakan pasar potensial untuk produk Trade, Tourism and Investment (TTI) Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 100 juta jiwa --ketiga terbesar di Afrika setelah Nigeria dan Ethiopia-- Mesir merupakan pintu masuk pasar Afrika, Eropa, dan Timur Tengah melalui jalur Terusan Suez.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia-Mesir pada Januari-Juni 2019 tercatat lebih 596 juta dolar AS atau naik 1,04 persen dibanding dengan periode sama tahun lalu yang sebesar 590 juta dolar. Dari angka tersebut sebanyak 514 juta dolar AS merupakan ekspor Indonesia ke Mesir.

Guna meningkatkan peluang kerja sama TTI tersebut, pada Senin (9 /9), KBRI Mesir menyelenggarakan AgriExpo Indonesia di Kairo. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha Indonesia di sektor sawit, kopi, buah-buahan tropis, kakao, batok arang kelapa, kelor, dan rempah-rempah.

Sekretaris Ditjen Aspasaf Kemenlu Rossy Verona mengatakan, AgriExpo Indonesia merupakan langkah awal menjaring pembeli potensial dalam rangka Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

"Kami memimpin sejumlah pelaku usaha agro dalam delegasi Indonesia ke Mesir. Mereka mewakili sembilan perusahaan dan satu Dewan Sawit," ujar Rossy Verona dalam rilis yang diterima Publicanews pada Selasa (10/9) malam.

Pada Minggu (8/9), telah dilakukan pertemuan antara Delegasi Indonesia dengan diaspora Indonesia di Balai Budaya KBRI. Mereka yang hadir, antara lain, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, utusan kekeluargaan/paguyuban, Persatuan Pelajar dan Mahasiswi Indonesia (Wihdah), pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah, pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), dan para pemilik warung/resto Indonesia di Mesir.

"Pelajar, warga, dan pelaku usaha muda Indonesia di Mesir dapat menjadi kepanjangan tangan dari para pelaku usaha di Indonesia, sehingga membantu upaya peningkatan promosi dan penetrasi pasar produk Indonesia ke Mesir," kata Dubes Helmy Fauzy dalam sambutannya.

Produk agro Indonesia merupakan pasar yang besar di Mesir, potensinya mencapai jutaan dolar AS. Kopi Indonesia menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar di Mesir. Bahkan sawit merupakan komoditas ekspor nomor satu dengan capaian lebih dari 600 juta dolar AS pada 2018.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Irman Adi Purwanto Moefthi, warga Indonesia di Mesir yang berjumlah 9 ribu orang --7 ribu diantaranya pelajar-- bisa menjadi duta promosi.

"Duta-duta produk Indonesia ini diharapkan dapat mendukung upaya percepatan penetrasi pasar produk-produk Indonesia di Mesir, khususnya produk agro, one man one product," ujar Irman.

Kegiatan AgriExpo yang berlangsung sehari ini berpotensi menghasilkan transaksi senilai kurang lebih 5 juta dolar AS. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan ke beberapa pelaku usaha Mesir, seperti jaringan ritel Lulu Hypermarket, Ragab Sons, pabrik kopi Giza Food, dan pabrik pengolahan sawit Oleo Misr. (*/oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top